Data Perumahan Baru Menekan Dollar AS

Bank sentral AS, Rabu, mengumumkan mempertahankan suku bunga tidak berubah setelah mengakhiri pertemuan kebijakan dua hari.

Editor: Didik Triomarsidi
banjarmasinpost.co.id/SHUTTERSTOCK
Ilustrasi 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Kurs dollar AS melemah terhadap mata uang utama lainnya di perdagangan New York pada Jumat (Sabtu pagi WIB), karena investor mencerna pernyataan Federal Reserve AS terbaru dan adanya data perumahan baru dari negara itu.

Menurut Xinhua, Bank sentral AS, Rabu, mengumumkan mempertahankan suku bunga tidak berubah setelah mengakhiri pertemuan kebijakan dua hari.

Menurut pernyataan itu, para pejabat Fed yang memberikan penilaian beragam tentang ekonomi AS, mengatakan bahwa laju peningkatan pasar tenaga kerja telah melambat, sementara pertumbuhan dalam kegiatan ekonomi tampak telah meningkat sejak April.

Di sisi ekonomi, "housing starts" (rumah yang baru dibangun) yang dimiliki secara pribadi di AS pada Maret mencapai 1,164 juta unit pada tingkat tahunan yang disesuaikan secara musiman, atau 0,3 persen di bawah estimasi April, menurut Departemen Perdagangan AS, Jumat.

Indeks dollar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, turun 0,48 persen menjadi 94,111 pada akhir perdagangan.

Pada akhir perdagangan New York, euro naik menjadi 1,1285 dolar dari 1,1239 dolar pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris naik menjadi 1,4369 dollar dari 1,4233 dolar. Dollar Australia naik ke 0,7400 dollar dari 0,7371 dollar.

Dolar dibeli 104,19 yen Jepang, lebih rendah dari 104,38 yen pada sesi sebelumnya. Dollar merosot menjadi 0,9593 franc Swiss dari 0,9647 franc Swiss, dan turun tipis menjadi 1,2864 dolar Kanada dari 1,2941 dolar Kanada.

Sumber:
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved