Jangan Panik Kalau Tersesat di Masjidil Haram

Jutaan orang yang nampak sama dengan ihramnya, juga membuat jamaah kesulitan mencari rombongannya saat terpisah

Tayang:
Editor: Didik Triomarsidi
Kemenag.go.id
Pelaksanaan ibadah haji. 

Terlebih lagi bagi sejumlah jamaah Indonesia terdapat suatu kepuasan tersendiri apabila dapat mencium Hajar Aswad yang terletak di salah satu sudut Kabah. Proses untuk dapat memperoleh peluang mendekati atau mencium Hajar Aswad juga memiliki potensi besar membuat jamaah terpisah dari rombongannya.

Tempat shalat sunnah dua rakaat sejajar maqam Ibrahim --prasasti jejak kaki Nabi Ibrahim AS-- seusai tawaf yang memisahkan antara jamaah laki-laki dan perempuan juga menjadi alasan rombongan terpisah.

Beranggotakan 21 personel yang terdiri dari 15 anggota TNI/Polri, tiga mahasiswa dan tiga tenaga musiman, tim Sektor Khusus membagi kawasan Masjidil Haram menjadi empat titik kerawanan jamaah tersesat.

Keempat jaring komunikasi itu terletak di titik-titik rawan jamaah haji tersesat, yaitu Pos Bukit Marwah, Pos Hajar Aswad, Pos Zam Zam, dan Pos King Abdullah. Sementara itu kantor Sektor Khusus berada di Villa 640 Hotel Hilton, yang akan berfungsi salah satunya sebagai tempat transit jamaah yang mengalami masalah kesehatan di Masjidil Haram.

Di Pos Marwah yang terletak di pintu keluar Bukit Marwah, tempat jamaah haji menyelesaikan Sa'i, petugas selain memantau kedatangan jamaah dari terminal Syib Amir dan Bab Ali juga dapat memantau proses Sa'i para jamaah.

Banyak jamaah haji pada umumnya akan kebingungan untuk mencari pintu keluar dari Bukit Marwah. Oleh karena mayoritas jamaah haji asal Indonesia menggunakan lintasan Sa'i di lantai dua maka petugas akan berpatroli di pintu Bukit Marwah di lantai atas.

Pos Hajar Aswad yang terletak di area tawaf akan memantau kegiatan jamaah haji yang melakukan tawaf dan mengarahkan jamaah yang telah selesai untuk menuju Bukit Safa guna melakukan Sa'i.

Petugas Pos Zam Zam yang berkedudukan di depan Menara zam zam akan memantau jamaah dari terminal Jiyad dan arah Misfalah. Sementara itu pos King Abdullah akan memantau kedatangan jamaah dari arah Jarwal.

Berdasarkan pengalaman di masa lalu, menurut Ali, Pos Marwah adalah pos yang paling sibuk karena banyak jamaah yang tersesat dan terpisah dari kelompoknya di kawasan itu.

Bukit Marwah adalah titik akhir prosesi di Masjidil Haram sehingga lazimnya jamaah telah sangat kelelahan ketika tiba di sana pada putaran ketujuh dan baru menyadari jika terpisah dari rombongan.

Namun menilik kesiapan petugas, kiranya jamaah haji tak perlu resah tersesat di Masjidil Haram.

"Kepada jamaah haji Indonesia luruskan saja niat untuk melaksanakan ibadah. Tidak perlu khawatir tersesat di Masjidil Haram karena petugas haji akan optimal membantu," pesan Ali.

Sumber:
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved