Mau Tahu Bedanya Rasa Daging Kalkun dengan Ayam? Anda Pasti Kaget

Ayam dan kalkun sama-sama unggas. Namun dari segi bentuk, keduanya jelas berbeda. Ukuran ayam cenderung lebih kecil daripada kalkun.

Editor: Ernawati
KOMPAS.COM/IRA RACHMAWATI
Menu Kalkun Panggang, sajian perayaan Thanksgiving Kedubes Amerika Serikat di Banyuwangi, Jawa Timur. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA - Ayam dan kalkun sama-sama unggas. Namun dari segi bentuk, keduanya jelas berbeda. Ukuran ayam cenderung lebih kecil daripada kalkun.

Di Indonesia sendiri, masyarakat lebih banyak mengonsumsi ayam ketimbang kalkun yang dikenal pula sebagai turkey atau ayam belanda.

"Kalau di Amerika, 80 persen konsumsi turkey saat acara Thanksgiving dan Natal. Karena biasanya perayaan dilakukan dengan makan turkey ramai-ramai," kata kata Albert Wijaya, owner sekaligus executive chef Ersons Food, perusahaan yang menaungi Holy Smokes, Holy Crab, dan Umami Kitchen.

KompasTravel bertemu Albert saat Holy Smokes meluncurkan hidangan musiman Special Roast Turkey Package, Rabu (8/11/2016).

Kalkun panggang disajikan kepada media dan food blogger yang hadir.

Dari segi penampakan dan rasa, daging kalkun memang sangat mirip dengan ayam. Namun perbedaan jelas ada.

"Daging turkey lebih juicy dari daging ayam, terutama di bagian paha," kata Albert sembari memotong kalkun panggang.

Betul saja, KompasTravel mencoba daging bagian dada kalkun.

Kalau sudah diiris, sulit membedakan mana daging dada kalkun atau dada ayam.

Keduanya bewarna putih, dengan tektur yang berserat dan kering.

Kesimpulan dari KompasTravel, perbedaanya berada pada tekstur daging.

Daging bagian dada kalkun memiliki tekstur lebih lembut ketimbang daging dada ayam. Karena lebih lembut, daging dada kalkun jadi lebih mudah lumat di mulut.

Selain itu, yang paling nikmat dari daging kalkun menurut KompasTravel justru bagian kulitnya.

Jika bagian kulit ayam biasanya memiliki kandungan lemak di bagian bawah kulit, lain halnya dengan kalkun.

Kulit kalkun tipis, tak memiliki kandungan lemak di bagian bawahnya. Jadi saat dimakan rasanya super garing! Bumbu masak juga terserap sempurna karena lapisan kulit yang tipis.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved