NEWSVIDEO

Sudah Tujuh Orang Tenaga Pengajar yang Terjatuh di Jalan Ini

Sudah hampir sebulan ini para guru di SDN Pupuyuan Desa Trans Matang Hanau Kecamatan Lammpihong mengeluhkan akses jalan yang rusak.

Penulis: Elhami | Editor: Eka Dinayanti

BANJARMASINPOST.CO.ID, PARINGIN - Sudah hampir sebulan ini para guru di SDN Pupuyuan Desa Trans Matang Hanau Kecamatan Lammpihong mengeluhkan akses jalan yang rusak.

Puncaknya hujan deras yang mengguyur, Selasa (22/11/2016) semakin membuat akses jalan tersebut rusak tak terkendali.

Kini jalan sepanjang dua kilometer tersebut bak kubangan yang memicu adrenalin saat siapa saja yang melewatinya.

Akibatnya sudah tujuh orang tenaga pengajar SDN Pupuyuan yang berjatuhan saat melewatinya, bahkan ada yang mengalami memar di tangan dan kaki akibat tertindih kendaraan motor.

Seperti yang diungkapkan oleh salah satu guru yaitu Aida, guru kelas 1 ini saat ditemui BPost mengaku sudah dua kali jatuh saat melewati jalan tersebut ingin berangkat mengajar kesekolah.

"Yang pertama sepeda motornya yang jatuh, alhamdulillah saya masih bisa meloncat, nah yang kedua ini malah sepeda motor menindih saya," jelasnya.

Akibatnya mengalami memar di bagian lutut sebelah kanan, dan kejadian tersebut membuatnya sedikit trauma.

"Apalagi kalau hujan, saya tidak berani melewati, sering diantarkan suami," katanya.

Sama halnya dengan Lina guru kelas 6 juga pernah mengalami insiden jatuh dari kendaraan motor, bahkan lebih parah lagi menderita memar di kaki, pegelangan dan leher.

"Jalannya berlobang, lumpur, becek dan berair, kami selalu was-was kalau begini terus," ujarnya.

Berdasarkan pantauan BPost di lapangan setidaknya ada sepuluh titik jalan yang rusak, struktur tanah yang lembek membuatnya cepat rusak.

Selain akibat hujan, kerusakan jalan juga diakibatkan sering masuknya mobil truk pengangkut material.

Karena beberapa proyek saat ini masih dikerjakan di trans Lajar Pupuyuan seperti siring dan jembatan.

Kepala SDN Pupuyuan Misriani mengatakan kondisi jalan seperti ini sudah berlangsung hampir sebulan, tepatnya awal November kemarin mulai rusak.

"Ya selain karena mobil pembawa material, kerusakan juga diperparah akibat banjir karena hujan," ungkapnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved