Broker Mengaku Sulit Mainkan Harga Jual Ayam

broker ayam di Banjarbaru mengaku sulit untuk memainkan harga jual ayam, karena persaingannya cukup ketat di pasaran.

Broker Mengaku Sulit Mainkan Harga Jual Ayam
banjarmasinpost.co.id/fathurahman
pedagang ayam potong 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Mustafa, seorang pedagang perantara atau broker ayam di Banjarbaru mengaku sulit untuk memainkan harga jual ayam, karena persaingannya cukup ketat di pasaran.

Ayah empat anak itu mengaku sudah puluhan tahun berkecimpung di perdagangan ayam. Dia biasa mengambil ayam dari perusahaan dan peternak ayam untuk didistribusikan ke pasaran, termasuk ke sejumlah rumah makan ternama seperti RM Wong Solo Group dan AZ.

Selain itu, dia juga menyediakan untuk memenuhi kebutuhan dua rumah makannya yang ada di Jalan Panglima Batur Banjarbaru dan Jalan A Yani Km 21 Landasan Ulin.

Dalam sehari, rata-rata mendistribusikan ayam ras sekitar 1.000-1.500 ekor. Ayam yang dijualnya itu biasa diambil dari perusahaan peternak, baik yang ada di Banjarbaru maupun Kabupaten Tanahlaut.

Pengelola Rumah Makan Duta Rasa itu mengakui dalam operasionalnya rata-rata mengambil keuntungan sekitar Rp 1.500-2.000/kilogram. Jadi tidak benar kalau broker mengambil keuntungan di saat peternak ayam panik karena harga jualnya terus turun.

"Broker ayam itu banyak, sehingga kalau ada yang menjual ke pasaran dengan harga tentu akan ketahuan, karena persaingannya jelas. Harga patokan produksi (HPP) dari pabrikan sudah jelas sehingga rasanya sulit untuk mempermainkan harga jual di pasaran," tandas Mustafa.

Penulis: Sudarti
Editor: Murhan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved