Berita Nasional

Kecenderungan Pedofil Berlengan Kidal dan Bentuk Kepalanya Berbeda, Begini Cirinya

Pelaku kejatahan seksual pada anak ternyata ada di sekitar kita. Banyak modus dilakukan untuk bisa menjerat anak, adik, ponakan ke dalam cengkramannya

Tayang:
Penulis: Restudia | Editor: Didik Triomarsidi
Facebook

1. Agama.
Ya no doubt. Ini adalah benteng diatas segala nya.. Walau parents jangan lupa ya, sekedar memasukkan atau menitipkan anak anak kita ke sekolah berlabel agama tidak serta merta bisa membuat anak menjadi 100% aman. Karena pendidikan agama terbaik adalah lewat orangtua. Lewat apa yang masuk ke perut anak. Lewat apa yang halal masuk ke tubuhnya, lewat doa doa orangtua, lewat pemahaman Aqidah dari Ayah dan Ibu nya. Lewat teladan terbaik dari kedua orangtua nya. InsyaAllah, agama adalah benteng paling kokoh untuk membuat anak survive.
2. Salah satu yang menghindari anak dari efek buruk pornografi adalah cara komunikasi kita ke anak.. Karena anak yang renggang dan tidak berani curhat ke orangtua akan sulit mendapat pendampingan yang terbaik.
3. Isi Kantong Jiwa anak anak kita.
Karena anak bukan cuma sekedar butuh makan. Anak bukan cuma sekedar butuh pakaian. Lebih dari itu, anak anak kita adalah jiwa yang butuh dihargai, dielus perasaannya, dipahami tingkahnya, diberi arahan yang terbaik. Agar meningkat self esteem dan perasaan bahwa dia berharga.
4. Beri perangkat pemahaman pada anak tentang bagian tubuh mana yang boleh disentuh (kepala, tangan, kaki) dan yang tidak boleh disentuh (yang tertutup baju dalam) dan beri tahu pada anak bahwa tidak semua orang boleh menyentuh bagian tersebut. Ajarkan anak untuk memberi tahu kita jika ada yang menyentuh nya yang membuat dia tidak nyaman.
5. Bijak menggunakan Gadget.
Era internet yang masuk saat ini memiliki dampak negatif dan positif. Para pedofil banyak mencari mangsa lewat media sosial. Jadi hati hati dan bijak dalam penggunaan gadget untuk anak anak kita. Dampingi dan kepo lah terhadap handphone anak kita.
6. Peka terhadap perubahan sikap anak kita. Jika anak terlihat lebih pendiam. Mengurung diri di kamar. Asik dengan dunia nya sendiri. Lebih tertutup dan tidak mau bercerita.. Gali lah perasaan anak. Rangkul dan tanya dengan baik dan halus. Bukan menginterograsi ya parents.. Tanya kan apa yang sedang dia rasakan dan hadapi. Jadilah sahabat terbaik untuk anak anak kita disaat mereka membutuhkan.
7. Jangan panik jika anak mengatakan kenyataan tidak sesuai harapan. Jangan menghakimi. Anak akan membuat benteng tinggi terhada anda jika anda menghakimi nya.. Berusaha mendengarkan, memahami, dan intropeksi diri, apa yang terlewat dalam masa kepengasuhannya

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved