Puisi Banjarmasin Post

Dentang dari Loji

Karya puisinya terbit dalam sejumlah antologi bersama, antara lain Simpang Lima (2009), Kembang Mata (2014), dan Ironi Bagi Perenang (2016)

Editor: Elpianur Achmad
Halaman 9 Harian Banjarmasin Post Edisi Cetak Minggu (11/6/2017) 

kau tahu, bahkan sebelum bulan ketilam
tarub telah lama melela purnama
malu pada pepatah lama
tentang pungguk yang merindui saja

setelah rinai malam-malam oktober
aroma jamuan lebaran dan pertemuan
kembali menipis di udara
kabarmu kian surut dibekap kabut
padahal oktober belum tua
padahal kabut tipis belaka

sementara aku
makin suntuk dengan legenda
makin sering mengutuki pepatah lama
..........

Hujan Kecil

Tubuhnya telah benderang
sewaktu hujan kecil itu turun
melintasi jendela setelah setetes dua
menerobos daun-daun mangga.
Ia dekati cahaya yang jatuh ke tubuhnya.
Ia sentuh cahaya yang luruh dari matahari
yang terkesiap, sebelum mendung
menggulung. Sebelum hujan kecil
yang dingin itu mengalir ke matanya ---matanya
yang menolak adegan-adegan
dalam ingatan.

Tubuhnya yang benderang telah menggigil,
selimut dan kopi telah dibatalkan:
ia tampung saja dingin yang usil.
..........

Jarak Paling Rawan

Ada jarak paling rawan,
antara aku dan surau di tepi sawah itu:
bunga-bunga kamboja putih
bunga-bunga kamboja menguning.

Merekalah pendoa yang paling hening
sedang aku,

penduga yang kerap berpaling.
..........

Mimpi Hutan Daun Malam

Malam-malam selepas hujan,
daun-daun malam menguapkan beban.
Sebentar tidur kembali,
bermimpi hutan.

* Tjak S Parlan, Kelahiran Banyuwangi, November 1975. Karya puisinya terbit dalam sejumlah antologi bersama, antara lain Simpang Lima (2009), Kembang Mata (2014), dan Ironi Bagi Perenang (2016); serta di sejumlah media. Tinggal di Mataram, Nusa Tenggara Barat.

Baca Lengkap di Harian Banjarmasin Post Edisi Cetak Minggu (11/6/2017).

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved