Banjarmasin Post Edisi Cetak

KUMPULAN PUISI: Dahaga

Rindu Ibu Lewat usiamu yang terpahat di suluk jantungku Doa-doa membiak membatu, gegar ke laut juga Lewat kabut wajahku yang menyulut hikayat gelap G

Editor: Ernawati
BPost cetak 

Karya: Wardi

Rindu Ibu

Lewat usiamu yang terpahat di suluk jantungku
Doa-doa membiak membatu, gegar ke laut juga
Lewat kabut wajahku yang menyulut hikayat gelap
Geletak rindu padamu, bagai sepotong bulan

Ibu, kusebut kembali namamu
Dalam deret jutaan kilometer rumah kita berjarak

Di halaman, kau pagar segala risau
Yang runcing serupa bambu kuning

Lewat patahan cermin, wajahmu
menjelma cicak-cicak di dinding
Yang segera kususur
ke setiap sudut kamar bening

Dalam tajam puisiku
ternyata kau belum juga kota ini
Di matamu, di kepalaku mencipta tugu

Tiba di Tamidung

Setibanya aku di Tamidung
lembah dan beberapa sumur, kering
bukit dan sawah menyusun wasiatnya
kepada bangunan yang berdatangan
serupa kawanan burung gereja

Setibanya aku di Tamidung
gurun serta padang, hilang
dalam taut mataku yang berlinang
juga, kaki kembala di mana menginjak duri lalang
telah turut hilang

Kemana mereka dilarikan?
nyiur dan siwalan, rumput-rumput
serentak kembala ke Jakarta
tinggallah di sini
: Tamidung yang hening
di tengah bising mesin-mesin

Pukul Tujuh

Pukul tujuh aku berangkat, meladang
menenggala yang menjadi pikiran
sedang menunggu kiriman ibu
akar siwalan bergantung nama-nama hujan
Di ladang, aku berjagung
suluk ke tubuh tanah: berebut ruang
saling tikam dengan gendung-gedung
setelah kawat-kawat itu lebih dulu menjelma bakung
Pukul satu siang, aku menemui ayah
dari matanya ia berharap segalanya nguning,
padi-padi yang mulai ia panggang
di bawah terik harapan

Sajak Para Rombonan
(Ke Jakarta)

Di antara terjal jalan dan tanah Madura
dan molek kemajuan kota
ia susun masa depan di selembar kain
yang kelak tak bisa diwarnai
selain warna putih
Sebentar lagi ritual cocok pelan tiada
aku sulit mencari yang suka pada tanah
yang suka berbaur lumpur dalam gembur Madura
Sebab Jakarta ia temukan
serupa intan kemajuan
ia dapat menyekolahkan anak-anaknya
ia dapat mencecap hidup megah

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved