Berita Hulu Sungai Tengah

Heboh ABG Bersanding dengan Nenek, Sapri Bilang Tak Ada Niat Menikah, Cuma Menghibur Warga

Foto remaja ABG Sapri (16) dengan Arbayah atau Mama Aba (70) warga Desa Banua Kupang bersanding memakai gaun penganten sempat mengecoh pengguna medsos

Penulis: Hanani | Editor: Syaiful Akhyar
Banjarmasinpost.co.id/Hanani
Sapri, pelajar SMKN 1 Barabai dan Arbayah saat bersanding. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI - Foto remaja ABG Sapri (16) dengan Arbayah atau Mama Aba (70) warga Desa Banua Kupang, Kecamatan Labuanamas Utara, Hulu Sungai Tengah, yang bersanding memakai gaun penganten sempat mengecoh pengguna medsos, setelah foto tersebut beredar.

Belakangan diketahui, bahwa foto tersebut merupakan pernikahan bohongan alias rame-rame untuk meramaikan rangkaian HUT Kemerdekaan RI yang ke-72 di desa tersebut, yang digagas warga setempat.

Sapri, pelajar SMKN 1 Barabai (bukan SMAN Pandawan) yang dihubungi BPost, Selasa malam ini menyatakan, kesediaannya menjadi penganten bohongan dengan nenek arbayah semata hanya ingin meramaikan perayaan 17 an di desanya.

"Hanya bercandaan. Tak ada niat sama sekali mewujudkannya dalam kenyataan,"kata Sapri. Diapun tak keberatan foto bohongannya itu menjadi ramai di upload di media sosial.

"Teman-teman sekolah juga tahu, itu cuma bercandaan. Saya hanya ingin menghibur warga di desa kami,"katanya.

 Sementara, Ulak Muja, panitia penyelenggara memeriahkan HUT RI mengatakan, acara mengarak penganten yang merupakan ide dari panitia, terinspirasi pasangan beda usia terpaut jauh dari Sumatra yang viral di media beberapa waktu lalu.

"Tiap tahun warga kami melaksanakan kegiatan hiburan yang unik,"tutur Muja.

Kegiatan yang dilaksanakan 20 Agustus lalu itu pun, kata Muja sempat memacetkan jalan desa sekitar satu kilometer.

Adapun biaya penyelenggaraan, dari hasil urunan warga. Khusus untuk penganten lansia-ABG, pihak panitia menyewa perias penganten, dan pelaminan. Karena riasan itulah, kata Muja wajah nenek Aba terlihat lebih muda.

"Kami sangat berterima kasih pada nenek Aba, dan Sapri, yang bersedia meramaikan kegiatan tersebut dan menghibur warga, bahkan warga desa lainnya ikut hadir.

Awalnya beliau tidak mau. Setelah dibujuk, baru bersedia,setelah meminta izin suaminya,"kata Muja.

Baik nenek Aba maupun Sapri, kata Muja mendapat hadiah berupa uang dari panitia, sebagai ungkapan terima kasih.

"Jadi sama sekali tak ada niat mendorong Sapri yang masih ABG menikahi perempuan lansia,"pungkasnya. (*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved