Agus Puas Taklukkan Gunung Susu

Salah satu jalur yang menguras energi yakni ketika peserta menapaki kawasan Gunung Susu. Di sini ada turunan curam berkemiringan hampir 45 derajat.

Agus Puas Taklukkan Gunung Susu
istimewa
Peserta gowes Cross Country di Tanahlaut antusias menapaki trek menantang yang disiapkan panitia. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Menuntun sepeda hingga berendam di kubangan air harus dilakoni peserta Cross Country Komunitas Bersepeda Sehat (Kombes) Tanahlaut Part 2, Minggu (29/10) pekan lalu. Semuanya puas setelah mampu menaklukkan trek menantang sejauh 33 kilometer.

Trek ajang gowes bertajuk Bersama Kombes Kita Bahagia itu memang cukup menantang. Rute yang dilintasi bervariari yang umumnya berupa medan yang sangat terjal. Peserta yang ambil bagian sekitar 4.500 orang dari 200 komunitas.

Di lokasi start di lapangan terbuka di depan Kompleks Permata Jingga, Pelaihari, para peserta dilepas oleh Wakapolda Kalsel Kombes Nasri didampingi Pembina Kombes Tala Endang Agustina. Mereka antusias menggenjot pedal masing-masing menapaki rute yang lumayan memacu adrenalin.

Salah satu jalur maut yang cukup menguras energi yakni ketika peserta menapaki kawasan Gunung Susu. Di tempatini ada turunan yang curam di sebuah perbukitan dengan kemiringan hampir 45 derajat.

Peserta benar-benar harus ekstra konsentrasi melintasinya. Kondisi rem pun mesti kembali cicek kestabilannya, karena saat meluncur maka kecepatan sepeda mampu melesat antara 40 sampai 60 km per jam.

Setelah mampu menaklukkan medan menantang itu, peserta semringah karena panitia menyiapkan buah semangka dan ubi rebus plus air mineral sebagai pelepas dahaga. Selain itu, peserta juga dapat jatah kaus.

Salah seorang peserta, Agus mengaku terkesan dengan rute ajang gowes tersebut. "Rutenya makin menantang. Kami sudah dua kali ikut ajang gowes yang digelar Kombes dan tahun kian mantap. Semoga tahun depan lebih menantang lagi," ucap karyawan swasta, Jumat (03/11/2017).

Agus menerangkan tanjakan atau turunan Gunung Susu tidak bisa dilawan, sangat menantang dan luar biasa. Kalau tidak kuat, sepeda harus didorong bersama-sama sehingga hal itu memacu kerjasama yang apik antarsesama peserta.

Selengkapnya simak di koran Banjarmasin Post edisi Sabtu (04/11/2017).

(khairil rahim)

Penulis: Khairil Rahim
Editor: Idda Royani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved