Ekonomi dan Bisnis

Begini Analisa Ahli Pasar Saham Menjelang Akhir Tahun 2017

Di bursa Asia, Nikkei melemah ke level 22.028 (-1,6%) sedangkan di bursa komoditas, WTI diperdagangkan di level US$ 55,3 per barel.

Penulis: Achmad Maudhody | Editor: Murhan
BANJARMASINPOST.co.id/muhammad fajeri haika
Trainer BEI Banjarmasin, Yuniar 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Mendekati akhir tahun, Branch Manager BNI Sekuritas Banjarmasin Yuniar Fariza Darmawan beberkan analisa potensi pasar saham di penghujung tahun, begini analisanya.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menembus level psikologis 6.000 di akhir sesi pertama perdagangan Kamis (16/11/2017).

IHSG berhasil naik sebesar 58,49 poin atau 0,98% ke posisi 6.030,81, setelah dua hari terakhir ditutup di bawah level 6.000.

Penguatan tujuh sektor menjadi amunisi bagi indeks catatkan hasil positif.

Baca: Begini Penjelasan Ulama Banjarmasin Terkait Produk Kode E

Sektor andalan yaitu barang konsumsi yang melesat 2,36%, diikuti sektor manufaktur dan infrastruktur yang masing-masing naik 1,59% dan 1,28%. Sementara, empat sektor lainnya mencatat kenaikan kurang dari 1%.

Sektor konsumer yang memimpin kenaikan indeks dimotori oleh saham perusahaan rokok, dimana PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) mengalami kenaikan sebesar 270 poin dengan market kapitalisasi yang terbentuk sebesar Rp. 495 trilyun lebih.

Di posisi ke 8 market kapitalisasi terbesar diraih PT Gudang Garam Tbk (GGRM) yang juga mengalami kenaikan di sektor konsumer sebesar Rp 156 triun.

Walau demikian, tiga sektor masih tertekan, terutama pertambangan yang turun 0,23%, diikuti industri dasar dan perkebunan yang terpangkas 0,11% dan 0,10%.

Baca: Hasil Akhir Kalteng Putra Vs Martapura FC - Skor 1-2, Martapura FC ke Semifinal Liga 2 2017

Di sisi lain, dimana saham berbasis perbankan dan telekomunisi serentak kompak mendorong indeks bertengger di angka 6.000 lebih.

Pada kondisi pasar luar negeri mayoritas indeks global Rabu kemarin ditutup negatif. Di bursa AS, Dow melemah ke level 23.271 (-0,6%) dan di bursa Eropa, rata-rata indeks melemah 0,4%.

Di bursa Asia, Nikkei melemah ke level 22.028 (-1,6%) sedangkan di bursa komoditas, WTI diperdagangkan di level US$ 55,3 per barel.

Badan Informasi Energi merilis data persediaan minyak mentah di AS naik 1,9 juta barel menjadi 459,0 juta barel pada pekan yang berakhir 10 November, melebihi ekspektasi pasar.

Baca: Hasil Akhir PSMS Medan Vs Persis Solo - Skor 0-1, Persis Tetap di Posisi Buncit

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved