Berita Tanahlaut

Wow! Layang-layang Naga Bentuknya Sangat Unik, Penonton Pun Terheran-heran

Lomba sendiri dibagi dua kategori, layangan hias untuk anak-anak dan layangan hias yang pesertanya dewasa.

Tayang:
Penulis: Mukhtar Wahid | Editor: Didik Triomarsidi
mukhtar wahid
Seorang pengunjung perempuan mengajak dua temannya berswafoto dengan latar belakang layangan hias yang belum diterbangkan peserta Festival Bahari dan Budaya di pesisir pantai Takisung, Sabtu (18/11/2017). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Sebanyak 24 peserta memeriahkan lomba layangan hias dalam Festival Bahari dan Budaya di pesisir pantai Takisung, Desa Takisung, Kecamatan Takisung, Kabupaten Tanahlaut, pada 18-19 November ini.

Lomba sendiri dibagi dua kategori, layangan hias untuk anak-anak dan layangan hias yang pesertanya dewasa.

Layangan hias yang peserta dewasa ini menarik perhatian penonton dan pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tanahlaut.

Bupati Tanahlaut, Bambang Alamsyah yang membuka festival Bahari dan Budaya itu karena merupakan rangkaian memeriahkan Hari Jadi ke 52 Kabupaten Tanahlaut.

Satu peserta layangan hias kategori dewasa, Masmur terpaksa memerlukan enam temannya untuk menaikan layangan bentuk Naga.

Ia menyebut layangan berbentuk Naga karena layangan itu melihat di Youtube. Layangan Naga itu dibuatnya memerlukan waktu satu setengah bulan.

Ia mengaku sebagai pemula sangat tertolong dengan ditundanya acara Festival Bahari dan Budaya yang digelar Dinas Pariwisata Kabupaten Tanahlaut.

"Acara ini sebenarnya ditunda. Harusnya satu bulan yang lalu. Saat itu layangan Naga ini belum bisa terbang karena saya belum cukup pengalaman menbuatnya layangan besar," katanya.

Warga Desa Gunungmakmur ini mengaku memberanikan diri membuat layangan Naga karena melihat cara membuat layangan di Youtube.

"Termasuk cara menaikan layangan Naga saya juga belajarnya setelah melihat di Youtube. Badannya dulu dinaikan baru buntutnya setelahnya kepala naik naik sendiri," katanya.

"Saya menghabiskan dana sekitat Rp 500 ribu. Bahan kepala naga dari gabus kotak tempat membawa ikan. Badan dan buntutnya dari bahan plastik dan bambu," ujarnya.

Tidak ada target menang dalam lomba layangan hias. Masmur mengaku senang dan memeriahkanajang Festival Bahari dan Budaya.

Masmud hanya ingin kawasan obyek wisata Pantai Takisung lebih banyak dikunjungi warga Kalimantan Selatan dan sekitarnya.

"Saya senang ada lomba seperti ini. Apalagi dijadikan kalender dan mengundang ahli layangan dari luar daerah Kalsel akan lebih meriah serta semarak lagi," ujar pria yang juga penampung ikan ini.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Tanahlaut, Akhmad Khairin mengaku lomba layangan hias sangat menarik. Itu karena fiikuti peserta dari luar Kabupaten Tanahlaut, seperti Kabupaten Tapin dan Kabupaten Kotabaru.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved