Kisah Candi Agung Amuntai

Ritual Mandi-mandi yang Sering Digelar di Candi Agung Amuntai, dari Tolak Bala Sampai Kebal Senjata

Ini Ritual Mandi-mandi yang Sering Digelar di Candi Agung Amuntai, dari Tolak Bala Sampai Kebal Senjata

Pengunjung Candi Agung Amuntai, Kabupaten Hulu Sungai Utara, Selasa (5/12/2017) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, AMUNTAICandi Agung, di Amuntai, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) Kalsel, mejadi daya tarik tersendiri bagi orang-orang.

Tidak hanya warga Kalsel, tapi juga dari Kalimantan Tengah dan daerah lain.

Banyak pengunjung yang meminta doa saat berkunjung ke cagar budaya Candi Agung Amuntai, seperti yang disampaikan Purnama (50), Selasa (5/12/2017) kepada Banjarmasinpost.co.id.

Dia adalah salah satu pembaca doa yang sudah sekitar 13 tahun menjaga Candi Agung.

Baca: Misteri Penampakan Sosok Berbaju Hitam di Candi Agung Amuntai, Siapakah Dia?

Baca: Apa yang Dilakukan Sebagian Pengunjung di Candi Agung Amuntai, Ini Penjelasannya

Baca: Candi Agung Amuntai, Satu Peninggalan Sejarah di Kalsel, Ada Tempat Pemandian dan Penolak Bala

Bahkan kata dia, ada beberapa pengunjung yang sudah rutin datang seperti dari Pangkalan Bun, Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah.

Mereka datang setiap tiga bulan melakukan prosesi mandi.

Mandi sendiri ada lima tujuan yaitu mandi untuk buang naas, sial, penyakit dan penyakit dengan syarat membawa piduduk atau beras, gula, kelapa, garam, jarum dan benang, dimandikan menggunakan kain kuning.

Mandi badudus atau pembersihan diri yang juga membawa syarat piduduk dan kain kuning.

Halaman
12
Penulis: Reni Kurnia Wati
Editor: Royan Naimi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved