Presenter BBC Mencari Gadis Rimba yang Ditemuinya 20 Tahun Lalu di Hutan Sumatera, Usai Kabar Ini

Presenter BBC ini memasuki hutan Pulau Sumatera 20 tahun lalu, tepatnya pada 1998.

Presenter BBC Mencari Gadis Rimba yang Ditemuinya 20 Tahun Lalu di Hutan Sumatera, Usai Kabar  Ini
istimewa
Melalui film dokumenter, Chris mengisahkan pencariannya pada gadis rimba tersebut. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Presenter BBC ini memasuki hutan Pulau Sumatera 20 tahun lalu, tepatnya pada 1998.

Chris Packham mengaku sebagai orang bule pertama yang pernah dilihat oleh orang rimba,

Meski begitu, Chris mengaku mereka membiarkannya mengabadikannya dengan kamera.

Kala itu, Chris mengaku bertemu dengan gadis muda berusia 6 tahun yang membuatnya teringat selama 20 tahun ini.

Ia kerap bertanya, bagaimana nasib dari anak tersebut.

Sumping Tependung.
Sumping Tependung. (istimewa)

Sebab ayah anak gadis itu masuk salah satu korban yang terbunuh.

Baca: Malangnya Nasib TKI Korea Ini, Kekasih Bilang Tak Siap Menikah, Uang 500 Juta Pun Raib

Sebab satu tahun usai kunjungannya ke hutan rimba, ia mendengar banyak suku rimba yang terbunuh oleh pencuri.

AKhirnya Chris kembali untuk mencari gadis berusia 6 tahun itu, hanya dengan berbekal sebuah foto.

Melalui film dokumenter, Chris mengisahkan pencariannya pada gadis rimba tersebut.

Kekhawatirannya adalah banyaknya penggundulan hutan di Indonesia yang akan mengakhiri keberadaan suku rimba.

Apalagi, jutaan hektare juga beralihfungsi menjadi perkebunan kelapa sawit.

Baca: Perawat National Hospital Surabaya Bertopeng Vendetta, Resmi Jadi Tersangka Pelecehan Seksual

Baca: Harganya Bikin Takjub, Lukisan Yesus Ini Terjual Kepada Pangeran Arab Senilai Rp 6 Triliun

Sumping Tependung saat berusia 6 tahun
Sumping Tependung saat berusia 6 tahun (istimewa)

Banyak orang rimba juga yang berubah seiring perkembangan zaman.

Baca: Gara-gara Hal Ini, Hadiah Rp 375 Miliar dari Kompetisi Google Melayang Tanpa Pemenang

Mereka menjual buah untuk ditukarkan dengan uang tunai dan perhiasan emas.

Chris yang kembali mengaku kaget, karena di lokasi yang sama ketika didatanginya telah berubah menjadi perkebunan kelapa sawit.

"Mereka tinggal di neraka", lontarnya.

Dari foto tersebut, penduduk sekitar akhirnya mengetahui gadis itu bernama Sumping Tependung.

Ia masih hidup dan dikaruniai kemahiran menggunakan tombak.

Ketika bertemu dengan Sumping, ternyata ia sudah menikah dan dikaruniai tiga orang anak.

istimewa

Njarang,anak suku rimba

Sumping terlihat malu bertemu Chris, sebab wanita di suku tersebut hanya boleh bertemu dengan suaminya.

"Seandainya saya wanita, saya akan bertemu dengannya tanpa melihat suami di sampingnya. Dan pembicaraan akan mengalir", katanya.

Baca: Mengagetkan! Ini Pengalaman Warga Gambut Saat Memiliki Uang Ajaib Soekarno

"Rasa malu karena dia tidak berkomunikasi dengan pria manapun, apalagi dari Inggris yang datang jauh-jauh".

Chris mengatakan pembunuhan suku disebabkan karena penggundulan hutan.

Hingga mengubah peradaban dari suku rimba.

"Minyak kelapa sawit mengubah hidup orang-orang ini. Apa yang anda dan saya beli di supermarket memiliki dampak yang luar biasa".

Dalam perjalanannya, ia mengaku berkomitmen untuk tetap menjaga keberadaan suku rimba.

"Kami harus memulihkan habitatnya, mengurangi konsumsi dan eksploitasi hasil alam".

Dalam perjalanannya ke hutan Sumatera, ia menemukan sosok anak yang seperti ditemuinya 20 tahun lalu.

Kali ini anak laki-laki bernama Njarang.

Ia bertelanjang dada, tanpa alas kaki, memanjat pohon, memakan buahnya.

"Ada beberapa anak di dunia yang masih memiliki kebebasan tinggal di lingkungannya".

"Masih ada sisa harapan".

Penulis: Restudia
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved