Berita Kotabaru
Sekda Said Langsung Turunkan Ekskavator Bersihkan Drainase Tersumbat di Jalan Diponegoro
Mengoptimalkan pembersihan terpaksa dibantu cara menggunakan alat manual oleh beberapa orang petugas drainase
Penulis: Herliansyah | Editor: Elpianur Achmad
BANJARMASINPOST.CO.ID, KOTABARU - Air kerap menggenangi jalan poros Pangeran Diponegoro ketika terjadi hujan intensitas tinggi terjawab sudah. Salah satu menjadi indikator tidak berfungsinya sistem drainase di wilayah itu.
Penyebab sistem drainase tidak berfungsi selain banyaknya bermacam jenis sampah, saluran drainase tertutup oleh sedimentasi lumpur yang tingginya hampir menyamai tinggi drainase.
Terjadi khususnya pada sistem drainase berada di deretan langgar hingga mendekati drainase di depan klinik Bhayangkari Polres Kotabaru.
Pantauan di lapangan, parahnya sedimentasi mengendap di dalam drainase dtengarai lantaran tidak pernah dibersihkan oleh petugas instansi terkait. Mengakibatkan sistem drainase buntu.
Baca: Kapolresta Banjarmasin Perintah Tembak Bripka SP, Saat Ini Bripka SP Dikejar Polisi Gabungan
Mempercepat pembersihan sedimentasi bercampur berbagai macam jenis sampah, terpaksa harus menurunkan satu unit ekskavator milik Dinas Pengelolaan Pangan, Holtikultura dan Peternakan.
Pembersihan dipimpin Sekretaris Daerah Drs H Said Akhmad MM didampingi Kepala DLHD dan beberapa kepala SKPD lainnya, masih belum optimal.
Pasalnya ekskavator berukuran mini yang diturunkan hanya mampu mengangakat sedimentasi dan sampah dipermukaan. Karena drainase yang kecil menyulitkan baket ekskavator mengeruk sedimentasi.
Mengoptimalkan pembersihan terpaksa dibantu cara menggunakan alat manual oleh beberapa orang petugas drainase.
Baca: Pedangdut Ini Sering Dapat Dobel Sawer, Selain Penonton Juga Diberi Uang Tambahan Empat Bupati
"Got ini jarang dibersihkan jadinya air tidak bisa mengalir," kata salah seorang sekitar enggan namanya disebutkan.
Maka dari itu saat petugas melakukan pembersihan, tidak cuma memberikan apresiasi. Tapi bersedia beberapa batang pohon pisang yang mengganggu kegiatan pembersihan dirobohkan.
"Robohkan saja pohon pisang itu. Tidak apa-apa," ujarnya ketika itu kepada petugas.
Sementara Sekda Kotabaru Drs H Said Akhmad MM yang ditemui di lokasi mengatakan, kegiatan dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya banjir.
Baca: Pilot Lion Air yang Tertangkap Saat Pesta Sabu di Hotel Dituntut Hukuman 1,5 Tahun Penjara
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/sekda-kotabaru-said-ahmad_20180309_090359.jpg)