Ramadahan Zaman Now

Jangan Salah, Begini Pola Makan yang Benar Selama Puasa Agar Mendapatkan Manfaat

Puasa merupakan ibadah yang terbukti secara ilmiah sangat menyehatkan, baik secara batiniah maupun lahiriah.

Penulis: Salmah | Editor: Eka Dinayanti
banjarmasinpost.co.id/salmah
Rissa Saputri SGz 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Puasa merupakan ibadah yang terbukti secara ilmiah sangat menyehatkan, baik secara batiniah maupun lahiriah.

Secara batiniah berpuasa menyehatkan karena pada saat berpuasa, kita terlatih menahan hawa nafsu karena berniat ikhlas beribadah karena Allah SWT.

Demikian hal nya secara lahiriah berpuasa juga sangat menyehatkan karena pada saat berpuasa, saluran pencernaan diistirahatkan dari berbagai zat yang masuk melalui makanan, termasuk zat-zat yang bersifat racun.

Rissa Saputri SGz, Nutrisionis RSUD dr H Moch Ansari Saleh Banjarmasin, menjelaskan, namun jika pola makan yang diterapkan selama berpuasa keliru, tubuh tidak akan mendapatkan manfaat kesehatannya.

Baca: Mau Bertemu Lailatul Qadar di Bulan Puasa? Lakukan Amalan dan Doa Menurut Guru Sekumpul

"Karena itu perlu diketahui kiat-kiat menjaga pola makan yang baik selama Ramadhan, terutama ketika berbuka puasa. Sehingga, pola makan sehat terus akan terbawa meski bulan puasa sudah berakhir," jelasnya.

Selama berpuasa, saluran pencernaan kosong selama 14 jam. Jadi, berbuka puasa sebaiknya tidak berlebihan, karena dapat menyebabkan permasalahan lambung.

Makanan dalam jumlah besar yang masuk secara tiba-tiba ke lambung akan memaksa memproduksi beragam enzim dalam satu waktu sehingga menimbulkan rasa tidak nyaman (sebah/kembung).

Baca: Bapuasa Ramadhan Selama 20 Jam, Muslim Swedia, Islandia, dan Norwegia Tetap Sabar Menunggu Bedug

Berbuka sebaiknya diawali makanan porsi kecil namun dengan nilai gizi tinggi.

Makanan kecil pembuka puasa yang biasa disebut dengan takjil ini sebaiknya terdiri kurma, air putih atau minuman yang mengandung elektrolit, serta buah-buahan.

Setelah berbuka dengan takjil atau makanan pembuka, sebaiknya memberi jeda waktu yaitu sholat Maghrib antara makanan pembuka dengan makanan utama.

Karena lambung memerlukan waktu untuk menghasilkan enzim-enzim pencernaan sehingga penyerapan makanan lebih optimal dan untuk menghindari kram perut yang biasa dialami jika makan terburu-buru saat berbuka.

Baca: Menunggu Berbuka Puasa Ramadhan, Lihat Ekspresi Raffi Ahmad dan Rafathar, Kocak Banget!

Salman bin Amir RA bercerita bahwa Nabi Muhammad SAW pernah bersabda, "Jika salah seorang di antara kalian hendak berbuka puasa, maka berbukalah dengan kurma kering. Jika tidak ada maka minumlah air putih karena air putih itu membersihkan." (HR At Tirmidzi).

Selain untuk meneladani Rasulullah SAW, mengkonsumsi kurma untuk membatalkan puasa adalah pilihan yang sangat tepat
untuk kesehatan.

Hal ini disebabkan kurma mengandung gula alami seperti glukosa, fruktosa, dan sukrosa.

Kandungan gula sederhana ini mudah dicerna, sehingga cepat menghasilkan energi dan meningkatkan kadar gula darah.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved