Berita Banjarmasin

Penghasilan Motoris Kelotok Pasar Terapung Kuin Semakin Menurun Setiap Tahunnya

Para motoris kelotok mengeluh karena jumlah penumpang menuju Pasar Terapung Kuin semakin menurun, Jumat (22/6/2018).

Penghasilan Motoris Kelotok Pasar Terapung Kuin Semakin Menurun Setiap Tahunnya
Banjarmasinpost.co.id/Nurus Syobah
Motoris kelotok mengeluh karena jumlah penumpang menuju Pasar Terapung Kuin semakin menurun, Jumat, (22/6/2018). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Para motoris kelotok mengeluh karena jumlah penumpang menuju Pasar Terapung Kuin semakin menurun, Jumat (22/6/2018).

Beberapa kelotok berwarna-warni tersusun di pinggir dermaga, dan para sopir nampak menunggu penumpang seraya menawari jasa kelotok kepada setiap orang yang datang.

Satu di antara motoris klotok, Nurdin (50) mengungkapkan bahwa beberapa tahun terakhir penghasilan yang ia dapatkan dari membawa penumpang ke Pasar Terapung Kuin dan Pulau Kambang semakin sedikit.

Dahulu, dirinya bisa mendapat penghasilan Rp 1 juta sampai Rp 2 juta selama satu minggu. Namun, kini Nurdin hanya bisa meraup uang Rp 100 ribu sampai Rp 200 ribu saja.

Baca: Live Trans TV! Jadwal Siaran Langsung Brasil vs Kosta Rika di Grup E Piala Dunia 2018, Neymar Siap!

"Padahal kan di sini pasar terapung pertama dan tertua, RCTI oke terkenal, tapi orang-orang banyak memilih ke siring saja. Penumpang ke Pulau Kambang juga banyak yang dari sana, padahal kalau dari sini lebih murah," ujarnya pada banjarmasinpost.co.id

Warga Kuin ini mengaku sudah menjadi sopir kelotok berpuluh-puluh tahun, sehingga ia bisa merasakan perbedaan jumlah pengunjung.

Baca: Tonton Live Streaming Piala Dunia 2018 Lewat HP dengan Cara Melakukan Hal Berikut Ini

Hal yang sama juga dirasakan oleh Ijul (35), ia membenarkan bahwa pengunjung yang menggunakan jasa kelotok semakin berkurang setiap tahunnya.

"Dulu penghasilan lumayan, sekarang cuma bisa 2-3 kali angkut saja dalam seminggu. Itu pun yang diangkut cuma 6 - 7 orang," ungkapnya.

Walau tak ramai seperti dulu, Ijul mengatakan bahwa kadang masih ada beberapa turis yang datang mengunjungi Pasar Terapung Kuin.

Karena itu, para motoris kelotok menyayangkan kondisi Pasar Terapung Kuin yang kini bisa dikatakan hampir punah karena pedagang banyak yang pindah tempat berjualan, serta tidak mendapatkan perhatian dari pemerintah. (Banjarmasinpost.co.id/Nurus Syobah)

Penulis: Nurur Syobah
Editor: Murhan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved