Berita Banjarbaru
Sekolah di Banjarbaru Diberi Komposter oleh DLH, Ini Tujuannya
Mendukung sekolah adiwiyata di Banjarbaru, Dinas Lingkungan Hidup Kota Banjarbaru memberikan 20 komposter ke sekolah SD di Banjarbaru.
Penulis: Milna Sari | Editor: Rendy Nicko
BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Mendukung sekolah adiwiyata di Banjarbaru, Dinas Lingkungan Hidup Kota Banjarbaru memberikan 20 komposter ke sekolah SD di Banjarbaru.
20 komposter tersebut diberikan ke 20 sekolah yang menuju adiwiyata. Setiap sekolah yang ingin menuju dan meningkatkan adiwiyatanya diwajibkan memiliki komposter sampah. Hal itu menajdi syarat bagi sekolah adiwiyata agar memiliki komposter di sekolah.
Kasi Pemeliharaan Lingkungan Hidup dan Tata Lingkungan, DLH Kota Banjarbaru, Joko Sutaat mengatakan 20 komposter selaij dibagikan untuk mendukung adiwiyata sekolag di Banjarbaru juga untuk menjadi bahan pembelajaran bagi sekolah khususnya pelajar.
Baca: Jadwal Siaran Langsung (Live) Indosiar Piala AFF U-16 2018 : Timnas U-16 Indonesia Tak Target Juara
Sejak dini, generasi bangsa sebutnya harus bisa mengendalikan pencemaran lingkungan dari sampah dengan tak hanya membuang sampah ke tempat pembuangan sampah, namun juga mengendalikan jumlah sampah yang ditumpuk ke TPA.
Salah satu caranya yaitu dengan menjadikan sampah menjadi pupuk alami.
Baca: BKD Batola Langsung Tangani Kasus HS yang Diduga Menganiaya Penjaga Kubah Abdussamad
"Fungsi tong komposter sangat multiguna yaitu selain menampung sampah rumah tangga juga memproduksi kompos sebagai pupuk alami,"ujarnya setelah penyerahan, Jumat (20/07/2018).
Tong komposter hanya ditujukan bagi sampah berbahan organik.
“Mulai dari daun, kembang, sayur, hingga bangkai tikus,” katanya kepada Banjarmasinpost.co.id.
Baca: Sindir Iis Dahlia, Jebolan Indonesian Idol Ini Sebut Rossa Tutup Mata dan Buka Telinga
Dengan adanya tong komposter sampah organik yang ada di sekolah bisa dimanfaatkan tanpa harus dibuang ke TPS. Terlebih sampah dari sekolah tergolong besar karena memiliki penghuni yang juga banyak.
Dalam sehari sampah di Banjarbaru hingga 120 ton. Sampah yang terbuang ke TPA sekitar 100 ton, sementara sisanya 20 ton disaring di Bank Sampah. Tak hanya sampah plastik, sampah organik pun juga turut dibuang ke TPS.
Selain ting komposter, kali itu juga diberikan tanaman ke sekolah.
(banjarmasinpost.co.id /milna sari)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/komposting_20180720_190050.jpg)