Berita Banjarmasin
Banyak Anak Muda Terjebak dalam Jebakan Milenial, ini Kata Pakar Karakter
Seminar di G'Sign Hotel Banjarmasin yang menghadirkan dua narasumber yaitu Hans Ega Saputra MA CBC CPC Karakter Counselor
Penulis: Salmah | Editor: Eka Dinayanti
BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Menarik dan menjadi pencerahan.
Demikian Seminar Strong Character Facing Millenial Challenges (Karakter Unggul Menghadapi Tantangan Mileneal) Sabtu (24/8).
Seminar di G'Sign Hotel Banjarmasin yang menghadirkan dua narasumber yaitu Hans Ega Saputra MA CBC CPC Karakter Counselor dan Harmoni Ezra SPsi CBC Konsultan Karakter, memang kekinian.
Harmoni mengungkapkan, banyak anak muda terjebak jebakan milenial, salah satunya krisis identitas, tidak punya tujuan.
Baca: Fairel Bocah Melongo di Video Jokowi Mengaku Makan Tidur di Istana Bogor dan Ngobrol Bareng Jokowi
"Survey Kompas menyatakan, 80 persen anak muda salah jurusan, baik salah memilih jurusan kuliah maupun salah bidang kerja. Ujungnya adalah mereka jadi tidak maksimal," jelasnya.
Sebagaimana kuliah, umumnya pada semester 4, bahkan saat sudah mau skripsi, baru sadar bahwa ternyata salah memilih jurusan.
Sebab itu perlu perubahan, perlu pencerahan. Kenali potensi diri, di mana yang sesuai.
Baca: Eunhyuk dan Donghae Super Junior Ungkap Akan Tampil Di Penutupan Asian Games 2018
Salah satu solusi adalah dengan menganalisa tandatangan, pola tandatangan itu menyiratkan bagaimana talenta dan potensi diri kita.
"Ibaratnya, jangan sampai mikropon malah jadi ulekan atau Hp malah jadi talenan. Semestinya diri kita harus berfungsi sesuai bakat diberikan pencipta," tandas Harmoni.
Dijelaskan Hans, dalam psikologi ada ilmu graphology atau menganalisa tandatangan.
Dari goresan itu dapat dipelajari karakter sesorang dan melihat potensi juga kecendrumgan titik kritis.
Baca: Najwa Shihab Bahas Aksi Jokowi Pakai Stuntman di Asian Games 2018: I Don’t Know With This People
"Dari situ dapat diketahui kuliah di jurusan apa yang cocok atau kerja di bidang apa yang sesuai potensi diri kita. Dengan begitu kita bisa semangat menjalani, karena sukses itu adalah bagaimana pencapaian memaksimalkan potensi dan excellent di bidang kita," bebernya.
Ujar Hans, pada usia 13 tahun sudah terlihat kecendrungan karakter seseorang.
Tinggal bagaimana membangun kesadaran anak, orangtua dan guru untuk mengarahkan karakter tersebut.
"Itulah pentingnya belajar karakter. Sebagai orangtua jangan membesarkan anak dengan standar karakter orangtua, tapi sesuaikan dengan karakter si anak, maunya sekolah atau kuliah jurusan apa? Sehingga saat bekerja pun ia nyaman dengan pilihannya," terang Hans.