Lebih Intim dengan Pemilik Akun di Banua
Disebut Minim Pembinaan untuk Pengeloa Akun Medsos, Ini Penjelasan Kadisominfo Kalsel
Untuk itu, pemerintah harus terus melakukan pemantauan dan pembinaan, sehingga banyaknya akun di media sosial
Penulis: Nurholis Huda | Editor: Didik Triomarsidi
BANJARMASIN POST.CO.ID, BANJARMASIN - Maraknya pengguna media sosial apabila tidak diarahkan atau dibina bisa membawa dampak negatif bagi generasi dan perkembangan daerah.
Untuk itu, pemerintah harus terus melakukan pemantauan dan pembinaan, sehingga banyaknya akun di media sosial bisa membawa keuntungan bagi daerah.
Pemilik akun Banjarinfo, Echa mengaku pernah mendapat pembinaan seperti ikut workshop yang digelar pemerintah. Tapi masih jarang.
Baca: Puluhan Santriwati Banjarbaru Terserang Campak Rubella, Dikarantina Sampai Dilarang Bertemu Temannya
Untuk itu Echa meminta pemerintah melakukan pembinaan secara kontinu dan berkesinambungan. "Sehingga munculnya dampak negatif bisa ditangkal sedini mungkin," katanya.
Baca: Suka Duka Pengelola Medsos Publik di Banua, Admin Dikata-katain dan Dikritik Netizen
Sementara itu pengelola akun Banjarmasin Banget, Paull malah mengaku belum pernah mendapat pembinaan dari pemerintah setempat.
"Belum ada pembinaan secara khusus. Selain pembinaan pemerintah juga memperbanyak agenda kegiatan wisata atau acara kebudayaan," katanya.
Baca: Meski Folowernya Sejibun, Namun Akun Tak Dikomersilkan, Ini Pengakuan Pengelolanya
Admin Grup Habar Banua 6 +, Antoni mengaku utuk pembinaan dari pemerintah belum ada.
Adapun Ipul, dari Group facebook, habar banua BPK Emergency Gabungan berharap mendapat perhatian pemerintah.
Sementara itu Kadiskominfo Kalsel, Gusti Yanuar Rivai membantah jika sama sekali tidak pernah melakukan pembinaan kepada media sosial.
"Tak lama Kemarin ada kami melaksanakan di Q Mall Banjarbaru dengan badan cyber negara untuk SKPD dan kabupaten dan kota untuk mesalah di medsos," kata Gusti Yanuar Rifai, Kamis (6/9/2018).
Selain yang kedinasan, juga ada kemarin pertemuan di Kesbangpol, dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat. Dari kepolisian dan BIN juga hadir di Kesbangpol, selain itu Kepolisian, TNI, MUI, NU, BEM Unlam, Uniska, Persatuan Suku, Bawaslu, KPU dan Kesbangpol Provinsi dan Kesbangpol banjar.
Namun, jelas dia, belum ada yang secara bertahap. "Diharapkan selain di provinsi, pembinaan bisa juga di tingkat kabupaten dan kota masing-masing," sebut Yanuar Rifai.
(banjarmasinpost.co.id/Nurholis Huda)