Berita Hulu Sungai Tengah
DBD Mulai Mengancam Warga HST, Sudah Ada 54 Kasus Pasien, ini Imbauan Bupati
Pergantian dari musim panas ke musim hujan, mulai menimbulkan dampak terhadap kesehatan warga di Kabupaten Hulu Sungai Tengah
Penulis: Hanani | Editor: Eka Dinayanti
BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI - Pergantian dari musim panas ke musim hujan, mulai menimbulkan dampak terhadap kesehatan warga di Kabupaten Hulu Sungai Tengah, khususnya penyakit demam berdarah dengue (DBD).
Kini penyakit tersebut mengancam warga, dengan adanya beberapa kasus pasien yang menderita deman akibat virus nyamuk aedes aegypty.
Berdasarkan laporan Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan HST, tercatat ada 54 pasien penderita DBD.
Baca: Inilah Daftar Nama 125 Jenazah Korban Lion Air JT 610 yang Berhasil Dikenali, 67 Tak Teridentifikasi
Sebagian telah sembuh, sebagian lagi masih dalam perawatan di puskesmas maupun di rumah sakit H Damanhuri Barabai.
Mengingat virus deman berdarah telah menyerang puluhan warga tersebut, Plt Bupati HST HA Chairansyah pun membuat imbauan khusus.
Melalui surat Nomor 443.42/1226/Kes 12 November 2018, Chairansyah mengimbau masyarakat HST agar melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN), untuk menghindari penularan.
Caranya dengan meningkatkan dan mengintensifikasikan gerakan masyarakat (Germas), gerakan satu rumah satu juru pengawas jentik (jumantik).
Selanjutnya, PSN, membersihkan lingkungan di sekitar tempat kerja maupun tempat tinggal masing-masing.
“Juga mengaktifkan kegiatan Jum’at bersih, gotong royong bersih-bersih lingkungan kantor atau lingkungan tempat tinggal tiap Jumat,” kata Chairansyah.
Baca: Pengusaha Ini Bongkar Praktik Buruk Microsoft yang Simpan Data Pengguna Word, Excel dan Powerpoint
Baca: Tragedi Pesawat Lion Air JT 610, 64 dari 189 Korban Tak Teridentifikasi
Baca: Lirik Lagu Hymne Guru Jelang Peringatan Hari Guru 2018 25 November 2018
Baca: Cara Mudah Pelajari Sistem Ranking di Permenpan No 61 Tahun 2018 Jelang Tes SKB CPNS 2018
Dijelaskan, DBD disebabkan virus dengue yang ditularkan kepada manusia melalui perantara nyamuk Aedes Aegypty dan Aedes Albopictus.
Nyamuk itu biasanya berkembang biak di saluran air yang tidak mengalir.
“Jadi pencegahannya mesti rutin dengan kebiasaan menguras bak dan menutup serta mengubur barang bekas seperti kaleng dan lain-lain, agar tidak menampung genangan air. Ditambah lagi, menghindari gigitan nyamuk dengan menggunakan obat antinyamuk,” katanya.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes HST, Salahuddin, Jumat ( 23/11/2018 ) menyatakan, kasus warga di HST yang terjangkit DBD sampai 23 Nopember 2018 mencapai 54 kasus.
Saat ini, pihaknya siaga melakukan pencegahan, salah satunya melalui gerakan PNS.
“Kami sudah turun ke wilayah yang ada kasus terjangkit DBD, bersama-sama warga melakukan program PSN untuk antisipasi penularan DBD,”katanya.
Disebutkan, salah satu cara efektif mencegah terjangkit virus dengue adalah dengan PSN serentak.
Khususnya di daerah rawan DBD sebagai antisipasi perkembangan jentik.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/suasana-di-poliklinik_20181103_160846.jpg)