Aksi Hari AIDS Sedunia di Banua
Peringati Hari AIDS Sedunia 2018, ODHA Berharap Obat Penyembuh AIDS Ditemukan
Peringati Hari AIDS Sedunia 2018, ODHA Berharap Obat Penyembuh AIDS Ditemukan
Penulis: Isti Rohayanti | Editor: Didik Triomarsidi
BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Peringati Hari AIDS Sedunia 2018, ODHA Berharap Obat Penyembuh AIDS Ditemukan.
Meskipun selalu diperingati tiap tahun seperti HAri Aids Sedunai 2018 dan sebelum-sebelumnya, namun pe ngidap HIV/AIDS kerap masih alami diskriminasi.
Namun bagi Gatot, hal itu sama sekali tak dihindarinya apalagi minder terhadap lingkungan, hal itulah yang dirasakan oleh Orang Dengan HIV AIDS (ODHA), bernama Gatot.
Peringatan Hari AIDS Sedunia 2018 menjadi hari penting bagi Gatot untuk membantu menyosialisaiskan bahaya HIV/AIDS.
Sebagai seseorang yang dinyatakan pihak medis menderita HIV, lelaki itu merasa harus tetap semangat dalam menjalani hidupnya.
Bahkan kini ia mendedikasikan diri untuk peduli kepada sesama ODHA serta remaja dan orang-orang yang masih sehat, agar jangan sampai terkena virus yang sama.
"Memang HIV/AIDS akan membawa kematian ketika tidak mau berobat. Contoh ada teman saya yang sudah berpuluh-puluh tahun mereka hidup tanpa kematian karena mau menjalani pengobatan dengan benar," ucap Gatot, kepada Banjarmasinpost.co.id, Sabtu (1/12/2018).
Baca: Link Pengumuman Hasil Tes SKD BKN Untuk Calon Peserta Tes SKB CPNS 2018 Sabtu (1/12) Jam 16.00 WIB
Sejumlah cara dilakukan Gatot dan teman-temannya untuk diterima di lingkungan. Ia pun sering melakukan sosialisasi dan berharap masyarakat bisa mengerti.
Baca: Peserta CPNS di HST Sudah Lihat Pengumuman dari BKN, Peserta di Banjarmasin Kecewa Menunggu
Bahkan, dikatakan Gatot sebagaian dari mereka bekerja sebagai driver ojek online. Melalui itu pula, ia mengatakan sekaligus menjelaskan kepada penumpang mengenai ODHA. Harapan Gatot masih sama, yakni dengan cara itu, ia ingin penolakan terhadap ODHA tidak ada.
"Saya meminta, jangan hina kaum ODHA dan LGBT yang ada. Sebenarnya mereka mau hidup seperti layaknya. Tapi apa daya nasib dan jalan memberikan lain," ucap Gatot.
Baca: Via YouTube, Deddy Corbuzier Ungkap Harga Artis Settingan, Sampai Ratusan Juta, Kasus Vicky & Angel?
Terlepas dari itu, khusus memperingati Hari AIDS Sedunia tahun 2018, 1 Desember ini, lelakinitu juga berharap obat untuk ODHA bisa ditemukan agar ODHA tidak ada lagi kematian. Selain itu ditambahkan olehnya, Gatot juga mengajak kepada ODHA agar berani sehat dan jangan putus asa.
Selain sekadar berharap, Gatot juga menceritakan bagaimana perasaanya sebagai ODHA. Bagi lelaki itu, tidak masalah orang berkata bahwa dirinya sebagai ODHA adalah orang yang sangat hina. Tapi Gatot pun mempertanyakan apakah orang yang berkata itu tidak lebih hina di banding kan ia sebagai ODHA.
"Untuk pembelajaran selama saya menjadi ODHA alhamdulilah tidak apa selama saya menjalani pengobatan yang benar dan teratur minum menunda baik sehari seminggu sebulan sampai setahun mari kita berobat agar kita bisa hidup sehat," tutup Gatot mengakhiri percakapan.
Bantuan Konsultasi
Sampai kapan pun tetap membantu sesama Orang Dengan HIV/AIDS, begitulah motto dari Lembaga Intan Jamrud Support Plus Kalsel. Hal itu disampaikan oleh Ketua Lembaga Intan Jamrud Support Plus Kalsel, Gatot, Sabtu (1/12/2018), bertepatan dengan Hari AIDS Sedunia 2018.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/ketua-lembaga-intan-jamrud-support-plus-kalsel-gatot-berfoto.jpg)