Berita Kabupaten Banjar

Desa ini Surganya Bunga Melati, Para Wanitanya Sehat dan Segar, Rahasianya Hanya ini

Jika Anda menyukai bunga melati (jasminum), datang lah ke Desa Jingah Habangilir di Kecamatan Karangintan atau ke Desa Labuantabub

Tayang:
Editor: Eka Dinayanti
BPost Cetak
BPost Blitz edisi cetak Selasa (22/1/2019) 

Sambil bercanda gurau mereka berombongan berjalan kaki kurang lebih 500 meter dari rumah mereka.

"Sungguh asyik pemandangan pagi itu. Pantas saja ibu-ibu dan remaja putri di Jingah Habangilir dan Labuantabu selalu sehat dan fisik tetap prima. Tanpa disadari, mereka telah melakukan olahraga jogging secara rutin," kata Nove.

Minggu pagi itu, jelasnya, rombongan Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Kabupaten Banjar ikut berkunjung dan berwisata petik bunga melati di Jingah Habangilir.

Termasuk dirinya.

Muin adalah pioneer pembudidaya nunga melati di Kabupaten Banjar.
Saat ini luasan kebunnya mencapai tiga hektare.

Sebanyak 95 orang petani Banjar yang saat ini menggeluti usahatani kebun bunga melati.

Mereka tersebar di lima desa yakNi Jingah Habangilir, Jingah Habangulu, dan Pandakdaun di Kecamatan Karangintan. Lau, di Desa Labuantabu dan Bincau di Kecamatan Martapura.

Data pada Dinas TPH Banjar, total luasan kebun melati saat ini 21,38 hektare dengan produksi 52,5 kilogram per hektare.

Data pada Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Kabupaten Banjar, kebun melati tersebar di lima desa yakni Pandakdaun dan Bincau di Kecamatan Martapura.

Lalu, di Desa Jingah Habangulu, Jingah Habangilir, dan Labuantabu di Kecamatan Karangintan.

Sekitar tiga hektare luasan kebun melati milik Muin.

Telah lumayan lama ia mengembangkan usahatani ini yakni sejak 1969 silam atau sejak sekitar 30 tahun yang lalu.

Muin mengatakan membudidayakan tanaman melati tidak begitu sulit.
Pasalnya tanaman ini sangat adaptif dan cocok dengan kondisi alam di Kalsel termasuk di Kabupaten Banjar.

Kestabilan harga teramat penting mengingat harga komponen biaya produksi yang juga terus meningkat.

Mulai dari harga bibit, obat-obatan pestisida dan tenaga buruh tani.
Saat normal, harga bunga melati Rp 6.000-8.000 per cangkir (cangkir belimbing atau seukiran cangkir kecil kopi).

Tapi, saat jeblok cuma Rp 500 per cangkir.

Sedangkan saat harga mahal bisa mencapai Rp 20 ribu per cangkir.

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved