Imlek 2019
Filosofi Tradisional China dalam Simbol Mengepal pada Perayaan Imlek 2019
Perayaan Tahun Baru China ini senantiasa identik dengan ucapan “gong xi fat choi” serta pembagian angpao.
BANJARMASINPOST.CO.ID - Imlek tinggal sebentar lagi.
Perayaan Tahun Baru China ini senantiasa identik dengan ucapan “gong xi fat choi” serta pembagian angpao.
Sebelum memperoleh angpao, sanak saudara yang belum menikah akan menghampiri saudara yang telah menikah, memberikan ucapan sejenis “gong xi fat choi”.
Kedua tangan seperti mengepal di depan dada.
Dalam tradisi China, hal ini dikenal dengan sebutan "pai".
”Pai” juga dikenal dengan nama “soja”.
Rupanya, ritual ini mengandung filosofi tradisional China, yang sedikit banyak dipengaruhi filosofi Konghucu.
Tangan yang mengepal di depan dada memiliki makna tersendiri.
Baca: Tangis Nagita Slavina Diungkap sang Adik, Caca Tengker, Sifat Istri Raffi Ahmad Itu Pun Terbongkar
Baca: Reaksi Mulan Jameela Lihat Anak Ahmad Dhani dan Maia Estianty Menangis Saat Konser Dewa 19
Baca: Deretan Conton Ucapan Selamat Imlek 2019 Menyambut Tahun Baru China 2570 dalam Tiga Bahasa
Baca: Nasihat Hotman Paris ke Ayah Vanessa Angel tentang Cara Mendidik Anak Setelah Kasus Prostitusi Artis
Baca: Komentar Unik Sahabat Syahrini Terkait Emoji Hati Ungu Reino Barack, Mantan Kekasih Luna Maya
Pai tidak dilakukan ketika Imlek semata.
Ia dilakukan kapan pun seorang Tionghoa hendak melakukan penghormatan, bisa sembari membungkuk atau berlutut, dapat dilakukan ketika berpapasan hingga bersembahyang.
Secara tradisi, posisi tangan yang tepat ketika melakukan pai ialah mengepalkan tangan kanan di depan dada, lalu dibungkus dengan telapak tangan kiri.
Bukan bermaksud seksi, namun hal ini merupakan perwujudan filosofi China.
Kaum pria (tangan kiri) dianggap berperan melindungi kaum wanita (tangan kanan).
Filosofi ini juga terwujud dalam posisi patung singa di muka kelenteng, rumah ibadah umat Konghucu.
“Di sisi kiri kelenteng ialah sosok singa jantan yang menggenggam bola dunia, sedangkan di sisi kanan adalah figur sang betina yang menaungi anaknya,” ujar seorang pemandu di Museum Benteng Heritage yang tidak mau disebutkan namanya kepada KompasTravel, Selasa (29/1/2019).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/ilustrasi-pai-atau-soja-sejenis-salam.jpg)