Berita Banjarmasin

Pakar IT Kalsel Ungkap Rahasia Sukses Daftar UTBK SBMPTN, 'Akses Sering Takang'

Pendaftaran Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) SBMPTN 2019 kerap dikeluhkan calon peserta lantaran menemui kendala dalam mengakses situs pendaftaran

Pakar IT Kalsel Ungkap Rahasia Sukses Daftar UTBK SBMPTN, 'Akses Sering Takang'
tribun style
SBMPTN 2018 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Pendaftaran Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) SBMPTN 2019 kerap dikeluhkan calon peserta lantaran menemui kendala dalam mengakses situs pendaftaran SBMPTN 2019.

Situasi ini tidak ditampik Ketua Panitia Lokal LTMPT Kalsel Aminuddin Prahatama Putra, seperti yang terjadi pada Selasa (5/3) siang tadi bahwa berdasar informasi dari LTMPT pusat tentang server yang bermasalah lantaran 6.000an pendaftar secara bersamaan on line.

Kemudian, akhirnya menambah lagi server sebagai antisipasi. "Kini info dari tim pusat, aplikasi sudah tidak bermasalah lagi sejak kemarin. Masih ada waktu ya tuk gelombang pertama sampai 24 Maret 2019," ucap Wakil Rektor I Bidang Akademik Universitas Lambung Mangkurat (ULM) ini kepada reporter banjarmasinpost.co.id, Rabu (6/3).

Menyoal masalah di akses situs pendaftaran SBMPTN 2019 ini Pengamat Siber dan Konsultan IT Kalsel Andi Riza mengatakan membangun aplikasi daring (online) yang diakses orang banyak itu tidak bisa sembarangan, biasanya melibatkan rancangan infrastruktur jaringan termasuk server, jalur internet, aplikasinya itu sendiri, serta database.

Baca: SEDANG BERLANGSUNG! LIVE STREAMING PSIS vs Persipura, Siaran Langsung Indosiar Piala Presiden 2019

Baca: Hasil PSM Makassar vs Kalteng Putra di Piala Presiden 2019 : Skor Akhir 0-1, Gol Antoni Putro

Baca: Api Membesar Dekat Kantor Bupati Tabalong, Warga dan ASN Bantu Amankan Barang Milik Korban

Pertimbangannya ditinjau dari jumlah permintaan per detik (Requests per second/RPS), koneksi per detik (Connections per second/CPS), transaksi per detik (Transactions per second/TPS) dan Throughput atau bandwidth yang diperlukan.

Diterangkannya bahwa semua ini harus dites sebelum peluncuran aplikasi ke publik. Persoalan macetnya layanan daring pendaftaran UTBK kemarin bisa saja terjadi di level infrastruktur. "Permintaan akses secara masif yang dilakukan dalam tempo yang bersamaan, cenderung akan membuat down server yang ada," katanya.

Bahkan menurutnya, bisa jadi karena bandwidth yang kurang, sumber daya server yang kurang, atau rancangan jaringan komputer yang tidak mampu mengakomodir lonjakan trafik.

Menurutnya, Biasanya jika ini kendalanya, maka pihak pengelola bisa melakukan desain ulang lalu lintas jaringan komputer, memperbesar bandwidth internet yang menuju server, menambah jumlah server dengan sistem Load Balance, yaitu membagi arus akses dari publik menuju ke beberapa server yang ada dengan harapan tidak ada server yang down karena menerima akses yang berlebihan (overload).

"Tapi pembenahan infrastruktur jaringan komputer saja belum cukup, masih ada kemungkinan permasalahan ada di coding aplikasinya dan sistem databasenya. Aplikasi yang banyak bug nya kemungkinan akan bermasalah kedepannya, bisa macet saat diakses atau error sewaktu menjalankan fitur-fitur tertentu," bebernya.

Dia juga mengungkap, Database adalah hal kedua yang penting untuk diperhatikan karena disinilah pusat penyimpanan datanya. Arus data yang masuk dan keluar sangat masif, dan jika database dirancang asal-asalan, bisa dipastikan akan timbul bencana data seperti tumpang tindih data, data yang terhapus, atau ketidaksesuaian data.

"Ini sering terjadi sewaktu pendaftaran online semacam pendaftaran masuk kampus dan sekolah (PPDB Online) Terakhir dan tidak kalah pentingnya adalah faktor keamanan. Ini yang justru sering terabaikan, apalagi jika waktu developing sangat singkat dan terburu-buru. Aplikasi tidak dites sisi keamanannya, sehingga berpeluang terkena serangan siber," kata dia.

Menurutnya, Seyogyanya aplikasi publik yang berkaitan dengan kepentingan vital semacam pendaftaran UTBK ini sudah melalui tes akses, tes kehandalan sistem, dan tes keamanan sehingga terjamin kelancarannya.

Ingat, masalah yang terjadi ini baru fitur pendaftarannya, jangan sampai saat ujian online nya di laksanakan kelak kemudian timbul permasalahan yang serupa.

(banjarmasinpost.co.id/niakurniawan)

Penulis: Nia Kurniawan
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved