Resmi! Ibu Kota Kazakhstan Berubah dari Astana Menjadi Nursultan, Disambut Unjuk Rasa Warga

Resmi! Ibu Kota Kazakhstan Berubah dari Astana Menjadi Nursultan, Disambut Unjuk Rasa Warga

Resmi! Ibu Kota Kazakhstan Berubah dari Astana Menjadi Nursultan, Disambut Unjuk Rasa Warga
Shutterstock
Sudut Kota Nursultan, dulu bernama Astana, ibu kota Kazakhstan. Pada Rabu (20/3/2019), parlemen Kazakhstan resmi mengganti nama ibu kota untuk menghormati mantan presiden Nursultan Nazarbayev yang mengundurkan diri. 

Astana, yang dalam bahasa Kazakh berarti ibu kota, sebenarnya sudah lama diperkirakan akan berganti nama.

Dengan berganti nama menjadi Nursultan, kota berpenduduk 800.000 orang ini sudah beberapa kali berganti nama.

Sebelum dikenal dengan nama Astana, kota tersebut pernah dinamai Akmola, Tselinograd, dan Akmolinsk.

Kepolisian Kazakhstan pada Kamis (21/3/2019) menangkap beberapa orang yang menggelar unjuk rasa memprotes keputusan pemerintah mengganti nama ibu kota menjadi Nursultan.

Namun, pergantian nama itu memicu aksi ujuk rasa puluhan orang di depan kantor wali kota.

Seorang demonstran mengatakan, beberapa orang ditangkap polisi tetapi kemudian dibebaskan. "Ada puluhan dari kami," kata Askhat Ahkmedyarov, seorang seniman.

"Mereka memasukan kami ke mobil polisi dan membawa kami ke markas polisi di mana mereka memeriksa telepon kami," tambah dia.

"Polisi ingin mengetahui apakah kami memiliki kaitan dengan oposisi. Sekarang saya sudah dibebaskan," tambah Akhmedyarov.

Kementerian dalam negeri Kazakhstan tidak memberikan komentar apa pun soal penangkapan ini.

Perkumpulan massa di Kazakhstan merupakan kegiatan ilegal kecuali mendapatkan izin dari pemerintah lokal.

Halaman
123
Editor: Royan Naimi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved