Berita Banjarmasin
370 Mahasiswa Jurusan BK ULM diajarkan Manfaat Tekhnologi Untuk Tangani Client
Kurang lebih 370 mahasiswa Prodi FKIP jurusan Bimbingan dan Konseling (BK) Universitas Lambung Mangkurat (ULM) dibekali pengetahuan baru.
Penulis: Isti Rohayanti | Editor: Eka Dinayanti
BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Kurang lebih 370 mahasiswa Prodi FKIP jurusan Bimbingan dan Konseling (BK) Universitas Lambung Mangkurat (ULM) dibekali pengetahuan baru.
Mereka mengikuti kuliah umum bertema Konseling Multikultural di era revolusi industri 4.0 menuju era society 5.0, Sabtu (23/3/2019).
Acara yang berlangsung di Aula FKIP ULM tersebut diisi oleh narasumber yang merupakan konselor di Malang.
Bahkan juga dosen Jurusan BK di Universitas Negeri Malang, yakni Dany M Handarini.
Kepada mahasiswa, Dany memberikan beberapa pembelajaran dan arahan.
Terutama kesiapan menghadapi client yang nantinya merupakan generasi alfa (lahir tahun 2010-2024).
Selain itu 10 soft kill yang harus dikuasai oleh setiap orang ketika harus masuk di era 4.0 menuju masyarakat 5.0.
Baca: Ahmad Dhani Dirundung Masalah, Maia Estianty Tulis Tentang Sabar dan Tak Saling Membenci
Baca: Kode Keras Ammar Zoni Untuk Tunangannya Irish Bella, Mesra di Luar Sinetron Cinta Suci SCTV
Baca: Dilaporkan Syahrini Lia Ladysta Mengaku Diteror Teman, Istri Reino Barack Santai di Swiss
Baca: Luna Maya Ada di Sudut Ruangan Bareng Ariel NOAH di Ulang Tahun Bunga Citra Lestari?
"Mahasiswa yang merupakan calon konselor ini sekarang mereka masuk generasi Y (tahun lahir 1981-1994). Ketika mereka jadi konselor nanti yang dihadapi adalah anak-anak generasi Alfa yang berbeda pola pikir dan pola tindak nya," jelas Dany.
Ia mengatakan, calon konselor harus memahami kecenderungan-kecenderungan pada masa yang akan datang mengenai apa yang akan terjadi pada kehidupan manusia.
Hingga bisa memberikan layanan konseling sesuai kebutuhan anak pada generasi Alfa.
Lantas, Dany pun berpesan agar mahasiswa saat ini lebih aktif menggunakan gadget.
Memanfaatkannya secara baik dan benar.
Dalam artian gadget difungsikan untuk menambah wawasan dan mencari informasi tentang perubahan yang akan terjadi.
Sebutnya penggunaan gadget bisa dimanfaatkan oleh konselor untuk banyak hal.
Sehingga bermanfaat bagi client nantinya.
Serta ia mengingatkan agar mahasiswa BK lebih peka pada kehidupan masyarakat, agar bisa memberikan pelayanan.
Ketua Program Study BK FKIP ULM, Dr Ririanti Rachmayanie mengatakan, kuliah umum yang digelar oleh BK merupakan rutinitas semester.
Acara tersebut digelar untuk semeter satu.
Namun peserta yang ikut juga dari angkatan 2015 hingga 2018.
"Jadi tujuannya kuliah umum adalah untuk berbagi wawasan, keterampilan pada bidang ilmu bimbingan dan konseling kepada mahasiswa dengan menghadirkan seseorang yang expert di bidangnya," ucap Ririanti.
Tentunya, melalui kuliah umum itu, sebutnya mahasiswa juga bisa mendapatkan ilmu selain dari dosen internal di Prodi mereka.
Ririanti berharap mahasiswa dapat menyerap informasi tersebut dan bisa mengaplikasikannya pada pemberian layanan bimbingan konseling.
Selain itu, sebagai mahasiswa prodi BK, mahasiswa juga mengecap pendidikan serupa di bangku kuliah dan laksanakan praktek konseling.
Sementara itu, sebagai peserta kuliah umum, mahasiswa jurusan Ilmu Pendidikan, Prodi BK Farah Nur Sabila, merasa mendapatkan wawasan baru.
Perempuan yang merupakan Duta BK 2018 menangkap bagaimana seorang calon konselor harus memahami.
Tidak harus semata-mata memberikan konseling saja. Melainkan harus memahami bagaimana era perkembangan di Indonesia
"Dari kuliah umum tadi, kami juga diajarkan bagaimana memanfaatkan hal-hal yang positif di era revolusi industri 4.0 menuju era Society 5.0," ucap Farah.
Dari apa yang ia dapat, Farah merasa kalau dirinya harus benar-benar memanfaatkan tekhnologi untuk pemberian konseling kelada client.
Selain itu lebih peka terhadap setiap daerah di Indonesia.
(Banjarmasinpost.co.id/isti rohayanti)