Berita Banjarmasin

Allaya Tak Canggung Menari di Depan Wali Kota Banjarmasin Ibnu Sina

Ketiga anak pengidap down sydrome ini dengan lincah menari layaknya anak normal hingga mendapat aplaus dari penonton yang menyaksikannya.

Allaya Tak Canggung Menari di Depan Wali Kota Banjarmasin Ibnu Sina
banjarmasinpost.co.id/syaiful anwar
Tiga anak pengidap down syndrome menari menyambut kedatangan Wali Kota Banjarmasin Ibnu Sina dan pejabat lainnya, Minggu (24/3/2019). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Tak ada perasaan canggung Allaya Poer (11 tahun), Obama dan Rika membawakan tarian selamat datang buat Asisten I Bidang Pemerintahan Provinsi Kalsel, H Siswansyah, Wali Kota Banjarmasin Ibnu Sina dan istri Siti Wasilah, perwakilan Kajati Kalsel lainnya di acara peringatan Hari Down Syndrome se Dunia di halaman Swiss Bell Hotel Banjarmasin, Minggu (24/3/2019).

Ketiga anak pengidap down sydrome ini dengan lincah menari layaknya anak normal hingga mendapat aplaus dari penonton yang menyaksikannya.

"Ulun (saya) sangat senang bisa menari tadi," kata Allaya usai tampil menari sambil mengangkat jempolnya, Minggu.

Selain menari, siswa kelas V sekolah berkebutuhan khusus ini juga ikut lomba menggambar yang diselenggarakan panitia.

Baca: Landscape Intan Mulai Terlihat di Pengembangan Bandara Syamsudin Noor, Target November 2019

Menurut Ketua Panpel acara, Masniah, kegiatan ini dalam rangka memperingati Down Syndrome se Dunia yang jatuh tanggal 21 Maret.

Lewat acara ini, lanjut dia, anak pengidap down syndrome menumbuhkan dan melatih kepercayaan diri.

"Anak-anak tak hanya dilatih menari dan menggambar, menyanyi, membaca doa. Juga bisa membuat gelang tangan, tempat tisu dan lainnya. Jadi, bila anak pengindap syndrome dilatih, juga punya kemampuan dan keterampilan sama anak lainnya," papar Masniah yang anaknya juga pengidap Down Syndrome.

Sementara itu, Sigit Bayu Adhi mengatakan Anak Down Syndrome (ADS) Hebat Kalsel mengatakan berdiri sejak tahun 2017 lalu.

"Awalnya jumlah yang bergabung hanya 6 keluarga dan sekarang sebanyak 102 orang. Tersebar di Kota Banjarmasin, Banjarbaru, Martapura, Tanjung dan Kotabaru," ungkapnya.

Dia pun bercerita, anak-anak pengidap down syndrome ini perlu konsentrasi luar biasa saat membikin gelang ini. "Ini suatu prestasi luar biasa buat anak-anak bisa membikin ini," katanya sambil menujukan gelang karya anak binaannya.

Baca: Live Trans 7, MotoGP Argentina 2019 Bakal Jadi Duel Lorenzo vs Marquez, Link Live Streaming, Rossi?

Dia berharap, perlu dorongan semua pihak agar anak-anak pengidap down syndrome tumbuh berkembang, mandiri, ceria dan bermartabat.

Terpisah, Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina mengatakan melihat acara dan penampilan anak-anak pengidap down syndrome patut berbangga mereka ternyata punya keterampilan kemampuan anak biasa, bisa menaru dan lain-lain.

"Walau pun ada perlakuan khusus, tapi yakinlah mereka punya kemampuan," katanya.

Pelepasan balon harapan anak pengidap down syndrome Asisten I Bidang Pemerintahan Provinsi Kalsel, H Siswansyah, Wali Kota Banjarmasin Ibnu Sina dan isteri Siti Wasilah, Minggu (24/3/2019).
Pelepasan balon harapan anak pengidap down syndrome Asisten I Bidang Pemerintahan Provinsi Kalsel, H Siswansyah, Wali Kota Banjarmasin Ibnu Sina dan isteri Siti Wasilah, Minggu (24/3/2019). (banjarmasinpost.co.id/syaiful anwar)

Asisten I Bidang Pemerintahan Provinsi Kalsel, H Siswansyah, menambahkan sebenarnya anak yang tergabung ADS Hebat Kalsel perlu perhatian berbagai pihak supaya bisa berprestasi seperti anak SOina Kalsel di event internasional.

"Perhatian Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor sangat perduli dengan anak pengidap down syndrome. Insha Allah, tahun depan bila ada acara seperti ini, Pemprov Kalsel akan memfasilitasi apa yang diperlukan supaya lebih menarik lagi," katanya. (banjarmasinpost.co.id/syaiful anwar)

Penulis: Syaiful Anwar
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved