Serambi Ummad

Persiapan Nissa Sabyan Jelang Bulan Ramadan & Penjelasan Ustadz Abdul Somad Mendekati Ramadhan 2019

Persiapan Nissa Sabyan Jelang Bulan Ramadan & Penjelasan Ustadz Abdul Somad Mendekati Ramadhan 2019

Persiapan Nissa Sabyan Jelang Bulan Ramadan & Penjelasan Ustadz Abdul Somad Mendekati Ramadhan 2019
tribunnews.com
Nissa Sabyan 

Sebelum Nabi Muhammad datang, orang Arab jahiliah biasa melakukan budaya potong kambing saat kelahiran.

Lalu, darah kambing diusap ke kepala anaknya yang baru lahir.

Ketika Nabi Muhammad datang, dia membuang tradisi yang kotor itu.

"Tidak ada lagi darah kambing diusap ke kepala anak baru lahir. Potong kambing tetap, daging dimasak dan dibagikan kepada tetangga. Ambil yang baiknya," ungkapnya.

Ustaz Abdul Somad pernah ceramah di empat tempat selama dua hari di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Hari pertama Ustaz Abdul Somad bertausiah di Masjid Al Huda Kampung Melintang, Kota Pangkalpinang, Rabu (6/12/2017) malam.

Kehadirannya ditunggu ribuan jamaah yang datang dari berbagai tempat di Babel.

Bahkan, panitia sampai menutup jalan di depan masjid hingga beberapa ratus meter untuk menampung jamaah.

Jamaah berjubel mendengar tausiah ustaz dari Pekanbaru, Riau tersebut.

Keesokan harinya, Ustaz Abdul Somad berceramah di Masjid Agung Sungailiat, Kamis (6/12/2017) usai shalat Subuh.

Di tempat ini, Ustaz Abdul Somad juga bagai 'magnet'.
Jamaah datang dari berbagai penjuru Bangka, meski suasana dingin menyelimuti pagi itu.

Menjelang siang, sekitar pukul 10.00 WIB, Ustaz Abdul Somad memberi siraman rohani di Kantor Gubernur Babel.

Ratusan jamaah yang kebanyakan pegawai Pemprov Babel menyambut penuh antusiasme.

Isu ceramah Ustaz Abdul Somad yang mudah dicerna disenangi banyak jamaah.

Orang-orang yang jarang menghadiri acara serupa, tertarik menghadiri tausiah sang ustaz.

Lalu, usai shalat Zuhur, ribuan jamaah memenuhi Masjid Raya Tuatunu, Kota Pangkalpinang.

Pada kesempatan itu Ustaz Abdul Somad berharap agar umat muslim bersatu menolong agama Allah.

Bayar Hutang Puasa Menurut Ustad Abdul Somad

Ustadz Abdul Somad adalah penceramah asal Pekanbaru, Provinsi Riau.

Ustadz yang akrab disapa UAS ini merupakan Alumnus Al Azhar, Kario dan Darul Hadits Maroko.

Dikutip dari Tribunewsbogor.com, Ustadz Abdul Somad sempat mendapat pertanyaan perihal kapan batas waktu bayar utang puasa tersebut dari seorang jamaah.


Mendengar pertanyaan itu, Ustaz Abdul Somad pun menjawabnya.

Menurut Ustaz Abdul Somad, bagi seseorang yang ingin membayar utang puasa di Ramadhan tahun lalu, batas waktunya adalah sampai bulan Ramadhan tahun ini.

Artinya, termasuk di bulan Syaban pada hari terakhir pun, seorang muslim masih bisa melakukan qadha puasa Ramadhan tahun lalu.

"Batasnya (qadha puasa Ramadhan tahun lalu) kapan ? sampai Ramadhan (tahun) ini," ungkap Ustaz Abdul Somad.

Lebih lanjut, Ustaz Abdul Somad pun memaparkan hukumnya seseorang yang hendak membayar utang puasa di bulan Syaban pada hari Senin.

Maka dijelaskan Ustaz Abdul Somad, orang tersebut akan mendapatkan tiga keuntungan, yakni utang puasanya lunas satu hari, mendapat keutamaan puasa sunah Syaban dan juga puasa hari Senin.

"Siapa yang mengganti puasa di bulan Syaban hari Senin, otomatis dapat tiga, puasa qada lunas satu hari, puasa sunah syaban dapat, puasa hari Senin dapat," imbuh Ustaz Abdul Somad.

Meski begitu, niatan puasa untuk mendapatkan tiga keuntungan itu dijelaskan Ustaz Abdul Somad hanya diucap satu saja, yakni niat untuk qadha puasa Ramadhan.

"Niatnya satu aja, saya niat puasa qada. Otomatis dapat tiga. Jadi enggak perlu niatnya tiga," pungkas Ustaz Abdul Somad.

Lantas, bagaimana jika kita tidak juga membayar utang puasa Ramadhan tahun lalu karena bulan Ramadhan tahun ini telah tiba ?

Ustaz Abdul Somad pun menjabarkan bahwa seseorang itu masih bisa membayarkan utang puasanya itu setelah bulan Ramadhan tahun ini berakhir.

Namun, di qadha puasa selanjutnya itu, orang tersebut tak hanya harus membayarnya, melainkan juga harus membayar fidiah.

Yakni dengan cara memberikan makan orang miskin selama satu hari.

"Kalau sampai Ramadhan dia belum men-qadha juga ? maka dia dapat qadha setelah Ramadhan plus fidiah. Fidiah apa ? memberi makan fakir miskin selama satu hari," ucap Ustaz Abdul Somad.

"Bukan satu kali makan, tapi satu hari makan. Paling tidak tiga kali, makan pagi, siang, makan malam," sambung Ustaz Abdul Somad.

Artikel ini tayang di GRID.ID

Editor: Rendy Nicko
Sumber: Grid.ID
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved