Berita Banjarmasin
Kebutuhan Daging Ayam Capai 40 Ton Per Hari, Kepala UPT RPH : Stok Mencukupi Selama Ramadan
Selama Ramadan, permintaan kebutuhan pangan cenderung meningkat. Terutama bahan pokok lauk-pauk, di antaranya daging ayam potong.
Penulis: Mariana | Editor: Hari Widodo
BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Selama Ramadan, permintaan kebutuhan pangan cenderung meningkat. Terutama bahan pokok lauk-pauk, di antaranya daging ayam potong.
Kepala UPT RPH Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Peternakan Kota Banjarmasin, Sulasno, mengungkapkan, kebutuhan daging ayam potong di Banjarmasin sebanyak 40 ton per hari.
"Yang tersedia di RPH bobot ayamnya berkisar antara 1,2-1,5 kg. Kebutuhan per hari 40 ton totalnya sehingga selama 30 hari bulan ramadan sekitar 1.200 ton," jelasnya kepada Banjarmasinpost.co.id, Selasa (7/5/2019).
Baca: Turunkan Angka Malaria, Dinkes Tabalong Berikan Perhatian Khusus di Perbatasan
Baca: Gelar Buka Bersama, Montana Syariah Hotel Undang Anak Yatim dan Bagikan ini
Baca: Kumpulan Resep Sayur Menu Sahur di Ramadhan 2019 / 1440 H, Cocok untuk Hari Ke 3 Puasa Ramadan
Ditambahkannya, stok daging ayam selama bulan puasa bakal tercukupi. Selain tempat penyembelihan, RPH juga dapat menyimpan sementara sejumlah ayam yang masih hidup agar bobotnya meningkat. Berkisar dari 1,2 kg menjadi 1,5 kg.
Di RPH sendiri harga daging ayam dipatok seharga Rp 22.000 hingga Rp 38.000 per ekor hidup tergantung bobot dari ayam tersebut. Satu ekor bisa lebih dari 1 kg.
Terkait harga daging ayam potong saat ini yang sudah merangkak naik, menurut Sulasno masih dalam batas wajar. Di pasar tradisional sendiri sekaranh dibanderol mulai Rp 28.000 per ekor untul ukuran kecil hingga Rp 40.000 untuk ukuran besar.
"Kalau sudah mencapai lebih dari harga tersebut baru nanti pihak Bulog akan turun tangan mengantisipasi kenaikan, biasanya mereka akan ambil alih pendistribusian," kata dia.
Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan Kalsel, H Birhasani mengatakan, faktor kenaikan harga dikarenakan permintaan yang meningkat.
"Umumnya dari meningkatkan permintaan akan terjadi pula kenaikan harga. Kalau dari segi pakan ternak tidak ada masalah dan tidak ada kenaikan selama dua pekan terakhir," kata Birhasani.
Perbedaan harga yang terjadi di para pedagang, menurutnya agak sulit diidentifikasi sebab tidak menggunakan standar baku menggunakan timbangan. Berdasarkan ukuran besar atau kecil.
Baca: LIVE Streaming RCTI Head to Head & Prediksi Skor Liverpool vs Barcelona di Semifinal Liga Champions
Baca: Wakili Kalsel Dalam LombaTingkat Nasional, Ini yang Dilakukan Posyandu Sungai Rukam Tabalong
"Untuk harga normalnya acuan dari pemerintah berkisar Rp 36.000 per kg. Sedangkan saat ini pedagang menggunakan standar sendiri tergantunh ukuran," imbuhnya.
Dalam program pasar murah yang telah dijalankan Dinas Perdagangan Kalsel, daging ayam potong tidak memungkinkan untuk dijual sebab cepat mengalami layu atau busuk berbeda dengan bahan pangan lainnya, seperti gula, minyak yang tahan lama. (Banjarmasinpost.co.id/Mariana)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/aktivitas-jual-beli-daging-ayam-potong-di-pasar-sentra-antasari-banjarmasin.jpg)