Menengok Teknologi Tepat Guna di Kalsel

WC Gentong Yang Santun, Juara II di Lomba TeknologI Tepat Guna, Tingkatkan Sanitasi di Daerah Rawa

Salah satu faktor kabupaten HSU masih kesulitan dalam meningkatkan akses sanitasi di antaranya kondisi wilayah yang 85% berupa lahan rawa.

Penulis: Nurholis Huda | Editor: Elpianur Achmad
banjarmasinpost.co.id/nurholis huda
Tiga pemuda, yakni Rusdiani, M Indra Kusuma dan M Rifani membuat ide untuk mengembangkan toilet atau WC Model Gentong. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Terinspirasi oleh daerahnya yang masih punya masalah dalam program Sanitasi, tiga pemuda, yakni Rusdiani, M Indra Kusuma dan M Rifani membuat ide untuk mengembangkan toilet atau WC Model Gentong.

WC rakitan mereka ini diberi nama "Gentong Mas Santun" atau gerakan tolong sanitasi tuntas.

Dalam lomba Teknologi Tepat Guna se Kalsel mereka menjadi juara dua terbaik se Kalsel. 

Rifani, tim anggota penggagas teknologi tepat guna WC Model Gentong ini  mengatakan, berdasarkan data akses sanitasi pada website STBM Kementrian Kesehatan bahwa data akses sanitasi Kabupaten Hulu Sungai Utara menempati urutan ke 7 dari 13 Kabupaten/kota Provinsi Kalimantan Selatan.

Salah satu faktor kabupaten Hulu Sungai Utara masih kesulitan dalam meningkatkan akses sanitasi di antaranya kondisi wilayah yang 85% berupa lahan rawa/sungai.

Baca: Pejaga Sekolah Batola Ini Ciptakan Mesin Tanam Padi Murah dan Efisien, 1 Hektare Cuma 10 Jam

Pria yang juga sanitarian muda dinas kesehatan Kabupaten HSU itu menjelaskan bahwa diharapkan teknologi rakitannya itu bisa membantu sanitasi di daerahnya.

"Dengan kondisi alam seperti di HSU seperti ini sehingga masyarakat kesulitan untuk mencari teknologi septik tank yang tepat untuk daerah seperti ini.Hal ini tentunya menjadi tantangan dan memotivasi untuk membuat TTG septik tank untuk daerah rawa dan sungai, " kata Rifani.

Dijelaskannya, maksud dengan melakukan pembuatan WC ini sebagai inovasi sistem pengolahan limbah yang terpadu dan ramah lingkungan diterapkan di lahan basah.

Selain itu, untuk memudahkan masyarakat daerah rawa/sungai yang kesulitan membuat Septic tank daerah rawa/sungai.

"Manfaatnya, bagi masyarakat dengan adanya Teknologi Tepat Guna dalam pembuatan Septictank daerah rawa/sungai dalam mengatasi rendah nya masyarakat yang belum memiliki Jamban Sehat, adapun bagi pemerintah adalah sebagai Inovasi Pemerintah Untuk memajukan akses sanitasi (Jamban Sehat) terutama untuk daerah rawa/sungai, " kata dia.

Baca: Anjing Lumpuh Selamatkan Bayi yang Dikubur Hidup-hidup di Kebun Singkong, Sosok Ibunya Terungkap

WC rakitan ini diberi nama Gentong Mas Santun atau gerakan tolong sanitasi tuntas meraih juara II di Lomba Teknologi Tepat Guna.
WC rakitan ini diberi nama Gentong Mas Santun atau gerakan tolong sanitasi tuntas meraih juara II di Lomba Teknologi Tepat Guna. (istimewa/)

Adapun Keunggulan dari toilet ini adalah bahan mudah di dapat di daerah sekitar karena menggunakan paralon dan gentong.

" \Air buangan tidak mencemari lingkungan. Bahannya Mudah dan dapat dikerjakan olehmasyarakat/tenaga lokal. Cocok untuk rumah panggung di tepi sungai/di atas rawa. Bisa juga untuk rumah di daratan
Biaya pembuatan relatif murah," ulas Rifani.

Dijelaskan dia, jika tong sudah penuh sementara bisa dilakukansedot dan bisa digunakan sebagai media pupuk tanaman. (banjarmasinpost.co.id /lis). 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved