Berita Banjarbaru

Batola Paling Banyak Dapat Bantuan Program Serasi, Tindaklanjut Program HPS 2019

Sebagai tindak lanjut dari Hari Pangan Sedunia (HPS) se dunia di Kalsel tempo lalu, pemerintah menggelontorkan dana untuk program Serasi.

Batola Paling Banyak Dapat Bantuan Program Serasi, Tindaklanjut Program HPS 2019
Banjarmasinpost.co.id/edi nugroho
PETANI menggarap lahan sawah di lokasi Hari Pangan Se-dunia (HPS) di Desa Jejangkit, Kecamatan Jejangkit, Kabupaten Batola, Jumat (12/10/18) lalu. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Sebagai tindak lanjut dari Hari Pangan Sedunia (HPS) se dunia di Kalsel tempo lalu, pemerintah menggelontorkan dana untuk program selamatkan rawa sejahterakan petani (Serasi).

Dana itu disalurkan Pemprov Kalsel berbarengan dengan kegiatan Safari Ramadan 1441 Hijriah.

Daerah terbesar yang mendapatkan dana program ini adalah Kabupaten Barito Kuala yaitu Rp 200 miliar lebih.

"Penyerahan secara simbolis oleh pak gubernur atau wakil gubernur dan yang diwakilkan pada momentum safari ramadan," jelas Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikilturan Kalsel, Syamsir Rahman, Rabu (22/5/2019).

Ia menambahkan, program serasi ini hanya tiga provinsi yang mendapatkan bantuan, yaitu Kalsel, Sulsel, dan Sumsel.

Baca: Dinas Peternakan Banjar Jamin Stok Daging Aman Hingga Lebaran 2019, Segini Jumlahnya

Mantan Kepala Perlengkapan Pemprov Kalsel itu menjelaskan potensi lahan rawa di Kalsel sesuai keputusan pemerintah pusat 170 ribu hektare, namun dianggarkan 250 ribu hektare, sebab Menteri Pertanian sangan konsen dengan daerah ini.

"Sekarang kita sudah optimalisasi 163 ribu hektare, sedikit lagi kita maksimal bisa mencapai 170 ribu hektare. Lahan terbesar ada di Batola 100 ribu hektare. Banjar 38 ribu hektare dan Batola 17 ribu hekatare. Kami berharap 2020 program ini masih berlanjut. Dan perlu diketahui, program serasi ini kelanjutan dari Hari Pangan Sedunia yang lalu, " tegasnya.

Syamsir menjelaskan, selain Batola, Kabupaten Banjar juga mendapatkan bantuan yang cukup besara, Rp105 miliar. Selanjutnya Tanah Laut Rp55 miliar, Tapin dan Hulu Sungai Selatan masing-masing Rp40 miliar, dan selebihnya masing-masing Rp5 miliar.

Dikatakan Syamsir, bantuan diserahkan langsung kepada kelompok tani dalam bentuk sarana produksi, benih, pupuk, dan bibit.

"Selain bantuan itu Pemprov juga memberikan alat mesin peryanian dan pupuk, sehingga semuanya terakomodir. Program serasini ini dananya dari pemerintah pusat," bebernya.

Baca: Pemprov Sediakan 50 Unit Angkutan Mudik Gratis Bagi Warga di Kalsel, Ini Penampakan Mobilnya

Ia menyebut, alokasi anggaran yang disiapkan pemerintah pusat berjumlah Rp2, 5 triliun. Dana tersebut, ujarnya, untuk target penanganan lahan seluas 250 ribu hektare. Sampai dengan saat ini disebutnya lahan yang ditangani sudah mencapai 160 ribu hektare.

"Petani di lapangan terus bekerja. Melalui program ini ditargetkan lahan yang belum pernah tanam bisa tanam sekali, yang sudah tanam sekali bisa dua kali, yang sudah tanam dua kali bisa dijadikam tiga kali, sehingga terjadi optimalisasi dan nambah produksi untuk petani. Yang mana keuntungannya sepenuhnya untuk para petani, " urainya. (banjarmasinpost.co.id/lis).

Penulis: Nurholis Huda
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved