Berita Banjarmasin

Aturan Penyertaan Modal ke PT Jamkrida Oleh Pemprov Kalsel Masih Digodok di DPRD Kalsel

Sudah memasuki pertengahan Tahun 2019, kapasitas PT Jamkrida Kalsel untuk lakukan ekspansi penjaminan nampaknya masih belum dapat dilakukan.

Aturan Penyertaan Modal ke PT Jamkrida Oleh Pemprov Kalsel Masih Digodok di DPRD Kalsel
Banjarmasinpost.co.id/achmad maudhody
Bulan Mei 2019, DPRD Kalsel Punya Tujuh Agenda ke Luar Daerah 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Sudah memasuki pertengahan Tahun 2019, kapasitas PT Jamkrida Kalsel untuk lakukan ekspansi penjaminan nampaknya masih belum dapat dilakukan.

Pasalnya, syarat kecukupan modal PT Jamkrida untuk meluaskan cakupannya ke perbankan umum nasional masih terkendala belum direalisasikannya suntikan dana daerah ke PT Jamkrida.

Saat ini, tahapan untuk wujudkan hal itu masih dalam fase pembahasan oleh Panitia Khusus (Pansus) Penyertaan Modal ke PT Jamkrida di DPRD Provinsi Kalsel.

Padahal Pansus tersebut sebenarnya sudah dibentuk kurang lebih sejak tiga bulan yang lalu.

Dijelaskan Ketua Pansus Penyertaan Modal ke PT Jamkrida, Yadi Ilhami, sebenarnya Pansus sudah memasuki tahap pembahasan akhir.

Baca: Jumlah Paslon Independen Pilgub Kalsel 2020 Berpengaruh pada Anggaran KPU, Begini Penjelasannya

Baca: Satreskrim Polres Banjarbaru Gelar Rekonstruksi Pembunuhan di Jalan A Yani Km 35,5, Diawali Miras

Pihaknya juga sudah mendapatkan lampu hijau dari Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri) bahwa jika kemampuan keuangan daerah memadai, tentu menyerahkan modal ke PT Jamkrida di daerah adalah hal yang strategis dilakukan.

Memperbesar cakupan penjaminan hingga ke perbankan umum nasional dinilai dapat genjot penyerapan produk kredit oleh masyarakat yang berujung semakin bergairahnya perekonomian di Kalsel.

"Sesuai hasil konsultasi dengan Kemendagri, bahwa selagi dana tersedia di daerah maka sepantasnya Jamkrida mendapatkan penambahan penyertaan modal dari Pemprov," kata Yadi.

Jika terealisasi, padah Tahun 2019 ini, Provinsi Kalsel merencanakan akan menyertakan modal sebesar Rp 130 miliar.

Sebelumnya, langkah yang sama sudah dua kali dilakukan dimana pada penyertaan modal tahap pertama terealisasi senilai Rp 50 miliar dan penyertaan kedua sebesar Rp 20 miliar.

Baca: Baru Terbentuk, ICDN Kalsel Programkan Peningkatan Pendidikan Suku Dayak di Pedalaman

Baca: Tim Basarnas Kunjungi Pasar Terapung Lokbaintan, Lakukan Sosialisasi SAR di Air kepada Pedagang

Nilai penyertaan modal sebesar Rp 130 miliar dijelaskan Yadi dianggarkan memang untuk menggenapkan penyertaan modal total sebesar Rp 200 miliar untuk penuhi syarat yang ditetapkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bagi PT Jamkrida di Daerah untuk bisa meluaskan cakupan penjaminannya. (Banjarmasinpost.co.id/Achmad Maudhody)

Penulis: Achmad Maudhody
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved