Berita Kabupaten Banjar

BPBD Banjar Waspada Banjir Meskipun Prakiraan Cuaca BMKG Juni 2019 Sudah Masuk Kemarau

Badan Penanggungalan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banjar meningkatkan kewaspadaannya terjadi banjir walaupun berdasarkan BMKG sudah kemarau

BPBD Banjar Waspada Banjir Meskipun Prakiraan Cuaca BMKG Juni 2019 Sudah Masuk Kemarau
banjarmasinpost.co.id/hasby suhaili
Kepala BPBD Banjar, HM Irwan Kumar 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA -- Badan Penanggungalan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banjar meningkatkan kewaspadaannya terjadi banjir. Walau berdasarkan prakiraan cuaca dari BMKG, bahwa pada Juni ini semestinya sudah musim kemarau.

Kepala BPBD Banjar, HM Irwan Kumar mengatakan, cuaca yang terjadi pada Juni 2019 ini tidak jauh berbeda dengan Juni 2006 lalu, bahkan di 2006 itu sempat beredar kabar bahwa waduk Riam Kanan jebol, padahal sebenarnya tidak. Berdasarkan pengalamannya itulah, berbagai upaya sudah dilakukan.

"Karena perputaran angin, sehingga hujan merata seluruh wilayah, bahkan di Kotabaru dan Tanah Bumbu terjadi banjir. Memang menjadi kewaspadaan terjadi banjir kiriman, melewati aliran sungai yang ada di Paramasan," katanya, Kamis (13/6).

Menurutnya, sejauh ini untuk Kabupaten Banjar sendiri masih aman, meski demikian tetap dalam keadaan waspada karena cuaca tidak menentu. Bahkan beberapa hari terakhir ini, beberapa daerah di Kabupaten Banjar diguyur hujan deras disertai angin kencang sehingga berpotensi angin puting beliung.

Baca: Korban Pelacehan di Ponpes Limpasu Bertambah, Uwah Kembali Ajak Korban Melapor ke Polres HST

Pihaknya pun terus memantau kondisi cuaca dan ketinggian air. Para relawan-relawan yang ada di desa-desa diminta selalu menginformasikan kondisi terbaru di daerahnya,

Disebutkannya, beberapa daerah yang rentan banjir seperti dataran rendah, Bincau, Tunggulirang, Astambul, Martapura Barat, Tangkas, Sungaitabuk dan Gambut. Selain itu daerah-daerah yang berada dipinggiran sungai, jangan sampai air sungai yang deras disertai hujan menyebabkan rumah-rumah ikut terbawa arus.

Pemerintah Kabupaten Banjar dibawah kepemimpinan Bupati, H Khalilurrahman sudah melalukan antisapasi-antisipasi sebagai bentuk komitmen menanggulangi bencana yang tiap tahun terjadi. Diantaranya adalah, melalui dinas terkait yang mana tahun ini aliran sungai sudah terbelah, air yang datang dari hulu tak lagi terpusat melewati satu aliran.

Baca: Suami Gadaikan Istri Demi Uang Rp 250 Juta, Fakta kejadiannya Sangat Mengerikan Akibat Salah Bunuh

"Selain itu, embung yang ada di Awangbangkal juga sudah diantisipasi, kalau airnya sudah penuh maka bisa dibuka, sehingga ketinggian air bisa dikontrol dalam batas yang normal," imbuhnya.

Dia menambahkan, cuaca seperti ini memberikan dampak positif bagi petani, dengan adanya hujan maka petani bisa tanam dan panen pada akhir Juli. Berdasarkan ramalan BMKG pula, puncak kemarau terjadi pada Agustus hingga Oktober, giliran mewaspadai kebakaran hutan dan lahan. (Banjarmasinpost.co.id/Hasby)

Penulis: Hasby
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved