Berita Tanahbumbu

Mayat Petani Karang Bintang Tanbu Mengapung di Depan Anak, Keluarga Tolak Jasad Divisum

Sahrun (52) petani kelapa sawit, mengalami nasib naas. Ia ditemukan mengapung di sungai di Desa Karang Bintang, RT 10, Kecamatan Karang Bintang.

Mayat Petani Karang Bintang Tanbu Mengapung di Depan Anak, Keluarga Tolak Jasad Divisum
HO/Polsek Karang Bintang
Anak korban menunjukan lokasi kejadian ayahnya ditemukan mengapung di sungai kepada anggota Polsek Karang Bintang. 

BANJARMASINPOST.CO.ID,BATULICIN - Sahrun (52) petani kelapa sawit, mengalami nasib naas. Ia ditemukan mengapung di sungai di Desa Karang Bintang, RT 10, Kecamatan Karang Bintang, Kabupaten Tanahbumbu.

Paling mengejutkan, Sahrun meregang nyawa di sungai yang berada pinggir jalan di kawasan perkebunan kelapa sawit Bukit Makmur, tewas dalam kondisi mengapung di depan sang anak.

Diperoleh informasi, sebelum ditemukan mengapung. Pada Sabtu (15/6/2019) sekitar pukul 13.00 Wita, korban dan anaknya menaiki sepeda motor menuju kebun sawit Gunung Kapur, Desa Karang Bintang, Kecamatan Karang Bintang.

Sampai di lokasi, korban yang berniat ingin buang air besar. Sementara sang anak menunggu di pinggir jalan.

Sedangkan korban masuk ke lokasi kebun, pamit untuk buang air besar. Namun setelah lama menunggu, sekitar 20 menit korban tidak kembali.

Sang anak saat itu masih menunggu di pinggir jalan, memanggil korban sambil berteriak. Tapi tidak ada respon dari korban.

Baca: Kepanikan Ashanty Saat Apartemen Keluarga Anang Hermansyah Terbakar, Azriel & Aurel Hermansyah?

Kemudian sang anak menyusulnya ke sungai. Alangkah terkejutnya karena menemukan korban mengapung dengan posisi tengadah.

Kapolres Tanahbumbu AKBP Kus Subyantoro SIK melalui Kapolsek Karang Bintang Iptu Jeny Rahman SE membenarkan kejadian tersebut.

"Korban ditemukan tidak bernyawa di dalam sungai berlumpur dan anak korban meminta bantuan kepada warga," kata Jeny.

Oleh warga yang datang ke lokasi kejadian, membawa korban ke puskesmas Karang Bintang.

Berdasarkan pemeriksaan dokter puskesmas tidak ada tanda–tanda kekerasan perihal kematian korban. Kuat dugaan korban meninggal karena tenggelam.

"Keluarga korban tidak bersedia untuk dilakukan visum etrepertum dikarenakan korban akan segera dikebumikan di Desa Cantung, Kabupaten Kotabaru," jelas Kapolsek.

(BANJARMASINPOST.co.id/helriansyah)

Penulis: Herliansyah
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved