Breaking News

Berita Kabupaten Banjar

Produksi Batu Bara Baramarta Anjlok, ini Penyebabnya

Penurunan produksi tersebut bahkan cukup signifikan yakni mencapai sekitar setengah atau lima puluh persen.

Tayang:
Penulis: BL Roynalendra N | Editor: Eka Dinayanti
HARIS UNTUK BPOST GROUP
Operator alat berat sibuk melakukan aktivitas di stockpile batu bara di Sungaipinang, beberapa waktu lalu. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Aktivitas penambangan batu bara Perusahaan Daerah (PD) Baramarta mengalami penurunan.

Hal ini dialami pada rentang waktu 2018 lalu.

Penurunan produksi tersebut bahkan cukup signifikan yakni mencapai sekitar setengah atau lima puluh persen.

Dari target 600 ribu ton hanya terealisasi 300 ribu ton.

Direktur Utama (Dirut) PD Baramarta Teguh Imanullah tak menepis hal tersebut ketika dikonfirmasi BPost Online.

"Iya, memang benar pada 2018 lalu produksi batu bara kami mengalami penurunan, target tak tercapai," akunya, Senin (24/06/2019).

Baca: Alasan Gisella Anastasia Tak Balas Komentar Gading Marten Saat Liburan Bareng Wijaya Saputra

Baca: 7 Fakta Game PUBG Haram di Aceh, Satpol PP Batalkan Turnamen Hingga Tanggapan Ustadz Abdul Somad

Baca: Pembalasan Nagita Slavina pada Raffi Ahmad yang Ingin Nikah Lagi dalam Video Pranknya

Baca: Kisah Mantri Patra, Meninggal dalam Kesendirian Saat Bertugas di Pedalaman Papua, Dinas Ingkar Janji

Ia menerangkan penurunan produksi emas hitam tersebut disebabkan lamanya proses administratif perpanjangan izin penambangan dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

"Alhamdulillah awal 2019 lalu perpanjangan izinnya sudah terbit dan kami bisa kembali aktif melaksanakan kegiatan penambangan," jelas Teguh.

Dikatakannya, lahan tambang batu bara yang izinnya berakhir pada rentang waktu 2018 lalu yakni yang berada di wilayah Desa Rantaubakula, Kecamatan Sungaipinang, Kabupaten Banjar.

Luasannya 640 hektare.

"Itu merupakan lahan tambang utama kami. Karena itu ketika aktivitas penambangan di lahan itu terhenti seiring berakhirnya perizinan, dampaknya cukup terasa. Alhamdulillah perpanjangan izinnya sudah beres," tandas Teguh.

Ia mengatakan pada tahun ini (2019), pihaknya menargetkan produksi batu bara sebanyak 500 ribu ton.

Saat ini realisasinya baru sekitar seperempatnya.

"Mudah-mudahan aktivitas di lapangan bisa berjalan secara lancar sehingga target itu bisa kami capai," tegas Teguh.

Lebih lanjut ia menuturkan pihaknya juga terus berupaya meningkatkan kualitas kinerja dan efisiensi pembiayaan operasional.

Saat ini jumlah karyawan tetap sebanyak 27 orang dan karyawan tidak tetap sebanyak 38 orang.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved