Berita Tapin

Inilah Komunitas Peduli Tapin, Anggotanya Merupakan Alumni SMAN 1 Rantau Angkatan 2000

Komunitas Peduli Tapin adalah organisasi yang motonya Kita Peduli Kita Berbagi, anggotanya merupakan alumni SMAN 1 Rantau Angkatan 2000 lalu.

Inilah Komunitas Peduli Tapin, Anggotanya Merupakan Alumni SMAN 1 Rantau Angkatan 2000
kopeta
Sekretariat Komunitas Peduli Tapin di Jalan Gubernur Aberani Sulaiman RT 011 RW 002 Kelurahan Rantau Kiwa, Kecamatan Tapin Utara, Kabupaten Tapin, Provinsi Kalsel, Minggu (14_7_2019) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, RANTAU - Komunitas Peduli Tapin adalah organisasi yang motonya Kita Peduli Kita Berbagi, anggotanya merupakan alumni SMAN 1 Rantau Angkatan 2000 lalu.

Letak sekretariat Komunitas Peduli Tapin berada di Jalan Gubernur Aberani Sulaiman RT 011 RW 002 Kelurahan Rantau Kiwa, Kecamatan Tapin Utara, Kabupaten Tapin, Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel).

Sekretaris Komunitas Peduli Tapin, Rinita menjelaskan berawal dari ide beberapa alumni SMAN 1 Rantau Angkatan 2000 yang memiliki semangat dan keinginan untuk membantu sesama.

"Pada 16 November 2016 terbentuklah Komunitas Peduli Tapin. Saat ini pengurus inti ada 6 orang dengan beberapa anggota relawan dan donatur tetap lainnya," katanya kepada reporter Banjarmasinpost.co.id.

Baca: Sinopsis Film Suzzanna Tayang di ANTV Bernafas Dalam Kubur Tampilkan Luna Maya Jadi Sundel Bolong

Baca: Sindiran Hotman Paris Perlihatkan Barbie Kumalasari Menangis Setelah Jenguk Galih Ginanjar

Baca: Alami Gagal Ginjal,Bocah Tapin Ini Harus Jalani Cuci Darah, Relawan Galang Dana untuk Siti Sarah

Baca: Kondisi Terkini Agung Hercules Drop dan Masuk ICU Karena Kanker Otak? Ade Rai Ungkap Hal Ini

Rinita menjelaskan sudah belasan pasien yang dibantu berobat ke luar daerah maupun di Kabupaten Tapin.

Saat ini saja, Komunitas Peduli Tapin membiayai pendidikan dua anak yatim piatu yang sedang duduk di bangku SD dan SMP.

"Kopeta membiayai 2 anak yatim sekolah SD dan SMP, dibikinkan rumah oleh petugas pendamping pasien kami ibu Risda Karmila, di belakang sekretariat, kebetulan sekretariat di rumah bu Risda," ujarnya kepada reporter Banjarmasinpost.co.id.

Semua kegiatan Komunitas Peduli Tapin didokumentasikan dan dilaporkan melalui akun media sosial jejaring facebook dan Instagram.

Ketua Komunitas Peduli Tapin, Ibnu Sina, mengaku aksi kemanusiaan itu dilakukan pihaknya setelah menerima laporan dari masyarakat dan melakukan pengecekan di lapangan.

"Komunitas Peduli Tapin, cuma berenam yang mengelolanya dan semuanya merupakan pegawai negeri sipil di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tapin," katanya, Minggu (14/7/2019).

Sebelumnya, tutur Ibnu Sina, setiap pekan pihaknya menyalurkan bantuan ke kaum dhuafa di Kabupaten Tapin berupa sembako dan bantuan bagi orang terlantar.

"Beberapa hari ini penyaluran bantuan sembako itu tertunda karena sibuk mendampingi pasien anak Siti Sarah dan pasien lainnya," katanya.

Ibnu Sina mengaku merupakan pengalaman pertama bagi anggota Komunitas Peduli Tapin mendampingi pasien anak Siti Sarah yang ternyata belum memiliki Kartu Indonesia Sehat dan belum terdaftar sebagai peserta BPJS.

"Kalau penanganan sebelumnya itu, pasien yang dibantu hanya tertunggak iuran BPJS sehingga kita bantu membayarkan dan mengurus iurannya," katanya.

(banjarmasinpost.co.id/ mukhtar wahid)

Penulis: Mukhtar Wahid
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved