Berita Kabupaten Banjar

Petani Muda dilatih Olah Rempah Biofarmaka

Kabupaten Banjar memiliki potensi pengnembangan aneka rempah dan biofarmaka yang terpusat di Kecamatan Sungai Pinang dan Pengaron.

Petani Muda dilatih Olah Rempah Biofarmaka
HO Dinas TPH Banjar
Pelatihan mengolah jahe menjadi massage oil 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA — Kabupaten Banjar memiliki potensi pengnembangan aneka rempah dan biofarmaka yang terpusat di Kecamatan Sungai Pinang dan Pengaron.

Selama ini petani di kecamatan tersebut membudiyakan secara swadaya dan sudah turun menurun sejak puluhan tahunyang lalu, karena permintaan komoditas hortikultura tersebut untuk bumbu dapur, kesehatan dan kecantikan.

Keinginan pemerintah daerah Kabupaten Banjar untuk memaksimalkan potensi alam yang berlimpah ditindak lanjuti oleh Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Kabupaten Banjar dengan kegiatan pelatihan pengolahan komoditas hortikultura menjadi massage oil berbahan rempah atau tanaman biofarmaka yang dalam kesempatan ini jahe dan kencur.

Potensi lainnya kedua tanaman ini di Kecamatan Sungai Pinang sangat melimpah sehingga perlu strategi untuk mengatasi harga anjlok ketika panen berlimpah.

Baca: Kejanggalan Pertemuan Vanessa Angel dan Rian di Kasus Prostitusi Artis Diungkap, Cek Ciri Pemesannya

Baca: Video Irish Bella Ngamuk pada Ammar Zoni di Hadapan Mertua Beredar, Pemain Cinta Suci Dijambak!

Baca: Permintaan Ani Yudhoyono Dikabulkan SBY, Sosok Ini Ungkap Isi Buku Diary Ibunda AHY & Ibas

Baca: Nasib Kiki Fatmala Kini, Artis Seksi Era 90-an yang Sempat Dilecehkan Eks Dewi Perssik, Saipul Jamil

Pelatihan tersebut dilaksanakan di Pos Penyuluhan Pertanian Kecamatan Sungai Pinang.

Kabid Teknologi Pertanian Pengolahan dan Pemasaran, Hj Candra Dewi mengatakan, tujuan pelatihan adalah untuk meningkatkan kemampuan petani dalam penanganan pascapanen komoditas hortikultura, khususnya tanaman biofarmaka.

“Pelatihan juga untuk mempercepat penyebaran informasi teknologi pascapanen, dan yang paling utama untuk mewujudkan desa percontohan one village one product (satu desa satu produk unggulan,” katanya.

Pelatihan ini diikuti oleh 25 petani muda atau petani milenial yang berasal dari enam Desa di Kecamatan Sungai Pinang yakni Desa Kahelaan, SumberBaru, Rantaunangka, Sumber Harapan, Belimbinglama dan Belimbingbaru.

Petani milenial adalah petani yang berusia muda antara 19 – 39 tahun atau yang berjiwa milenial yang adaptif dalam pemahaman teknologi digital, sehingga tidak kaku mengadopsi teknologi.

Kepala Seksi Pembinaan Mutu Pengolahan dan Pemasaran Dinas TPH Kabupaten Banjar, Ida Fitriani, menambahkan beberapa bulan yang lalu sudah berhasil memproduksi massage oil berbahan bunga melati, mawar, dan kenanga.

Melihat potensi kencur dan jahe yang melimpah di kecamatan Sungai Pinang ini, maka pihaknya berinovasi kembali untuk membuat massage oil berbahan biofarmaka yang dalam hal ini kencur dan jahe.

Pada pelatihan tersebut pihaknya meminta Nana Faridah selaku praktisi dalam pembuatan produk-produk herbal.

Kepala Dinas TPH Kabuapten Banjar, H Muhammad Fachry mengatakan, melalui bidang Teknologi Pertanian Pengolahan dan pemasaran melakukan pelatihan kepada petani milenial di Kecamatan Sungaipinang dalam pengolahan komoditas hortikultura golongan biofarmaka ini.

“Karena dilihat dari peluang potensi bisnis, pengolahan massage oil berbahan rempah atau tanaman biofarmaka memiliki nilai ekonomi yang cukup besar karena hampir digunakan semua orang untuk kesehatan, spa, dan relaksasi serta untuk kebutuhan pribadi keluarga,” katanya.

Dirinya berharap, setelah mengikuti pelatihan petani muda tersebut dapat meningkatkan keterampilannya dalam usaha pengolahan hasil pertanian agar diterima oleh pasar, dan dapat memperpanjang daya simpan, mempertahankan kesegaran serta dapat dijadikan alternative ketika harga produk segarnya anjlok saat panen berlimpah.

(Banjarmasinpost.co.id/Hasby)

Penulis: Hasby
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved