Ekonomi dan Bisnis

Bukukan Aset Rp 125 Miliar, Jamkrida Kalsel Lakukan Penjaminan 15.000 UMKM

Selama kuartal II 2019, PT Jaminan Kredit Daerah (Jamkrida) Kalimantan Selatan (Kalsel) telah mencatatkan peningkatan grafik aset.

Bukukan Aset Rp 125 Miliar, Jamkrida Kalsel Lakukan Penjaminan 15.000 UMKM
banjarmasinpost.co.id/mariana
Direktur Utama PT Jamkrida Kalsel, Rizqillah Suhaili 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Selama kuartal II 2019, PT Jaminan Kredit Daerah (Jamkrida) Kalimantan Selatan (Kalsel) telah mencatatkan peningkatan grafik aset.

Aset yang dibukukan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) ini mencapai Rp 125 miliar dari modal awal sejak resmi beroperasi pada 2014 lalu hanya Rp 70 miliar.

Hal tersebut dijelaskan Direktur Utama PT Jamkrida Kalsel, Rizqillah Suhaili.

Menurutnya, aset tersebut membuktikan pihaknya layak mendapat suntikan modal oleh Pemprov Kalsel.

Adanya aset yang mencapai Rp 125 Miliar, Jamkrida Kalsel saat ini sudah mampu melakukan nilai penjaminan kepada nasabah hingga mencapai Rp 1,4 triliun, dengan total sebanyak 15.000 Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Kalsel yang mendapat penjaminan.

Baca: Lagu Ikan Asin Muncul dan Viral, Hotman Paris Berang dan Singgung Soal Perasaan Fairuz A Rafiq

Baca: Sajian Maia Estianty Saat Rumahnya Dikunjungi Teman Disebut, Sikap Istri Irwan Mussry Jadi Sorotan

Baca: Joroknya Cara Makan Ashanty Diprotes Aurel, Putri Anang Hermansyah dan Krisdayanti Sebut Hal Ini

"Apabila Pemprov Kalsel memberikan tambahan modal usaha lagi, maka tentu kami bisa semakin meningkatkan nilai penjaminan kepada nasabah, pengembangan bidang bisnis baru hingga menambah laba bagi perusahaan dan bagi hasil kepada pemegang saham," paparnya.

Saat ini pengajuan penambahan modal PT Jamkrida Kalsel sudah diusulkan ke Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalsel.

Ada pun progresnya sendiri sudah memasuki tahap komparasi dan konsultasi oleh Komisi dan Pansus terkait dengan usulan penambahan modal sebesar Rp130 Miliar.

Adanya penyertaan modal baru itu, pihaknya berharap bisa mengembangkan perusahaan lebih luas lagi, bisa meningkatkan kerjasama dengan perbankan nasional.

Selain itu bisa menjamin nasabah-nasabah yang memerlukan dana besar, turut pula dapat melakukan penjaminan dana syariah hingga membuka pelayanan ke Kabupaten/Kota di Kalsel.

"Kami berharap bisa disetujui sebesar Rp 130 Miliar agar sesuai dengan modal dasar. Tapi memang kami harus menyadari sulit untuk bisa langsung diberikan secara utuh, namun setidaknya bisa secara bertahap dengan jangka waktu tertentu,” tukas Rizqillah Suhaili.

(Banjarmasinpost.co.id/Mariana)

Penulis: Mariana
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved