Berita Banjar

Turun Kelas Disebabkan Ini, RSJ Sambang Lihum Segera Lakukan Upaya Ini

RSJ Sambang Lihum direkomendasi turun kelas dikarenakan adanya kekurangan tenaga. Termasuk tenaga spesialis kesehatan jiwa dan konsultan.

Turun Kelas Disebabkan Ini, RSJ Sambang Lihum Segera Lakukan Upaya Ini
banjarmasinpost.co.id/nurholis huda
Taman Penyembuhan Mandiri Jendela Jiwa RSJ Sambang Lihum diresmikan Gubernur Kalsel diwakili oleh Asisten Administrasi Umum Setdaprov Kalsel, Heriansyah, Senin (22/4/2019). 

BANJARMASINPOST.CO.ID MARTAPURA - Turunnya kelas Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Sambang Lihum (Sali) tak merisaukan manajemen rumah sakit milik Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan ini. Apalagi hal tersebut bukan menyangkut pelayanan tapi akibat kekurangan tenaga medis.

"Kelas RS itu menyangkut pengecekan ketersediaan RS secara keseluruhan. Meliputi ketersediaan sarana prasarana, alat medik dan tenaganya," papar Direktur RSJ Sali dr H IBG Dharma Putra MKM, Sabtu (26/07/2019).

RSJ Sambang Lihum direkomendasi turun kelas, jelas Dharma, dikarenakan adanya kekurangan tenaga. Termasuk tenaga spesialis kesehatan jiwa dan konsultan.

Pihaknya masih punya waktu untuk mencoba menyediakan tenaga yang kurang tersebut dengan bantuan RSU yang ada di Banjarmasin, Banjarbaru, dan Martapura. Sedangan untuk konsultan, akan bekerjasama dengan RS Dr Soetomo Surabaya.

Baca: Live TVRI! Live Streaming Semifinal Japan Open 2019 Mulai Pukul 08.00 Wib, Marcus/Kevin & Jojo Main

Baca: Pokdarwis Riamkanan Lolos 16 Besar Nasional, Ini Dia Keunggulannya

Baca: Gunakan Daun Asam Jawa Untuk Obati Gatal-Gatal

Baca: Latih dan Ajarkan Anak Tentang Tanggung Jawab dan Peduli Masa Depan

Saat ini, sebut Dharma, RSJ Sali telah menyekolahkan beberapa orang perawat ke Surabaya dan Jakarta untuk mendalami spesialis jiwa dan menyekolahkan satu orang dokter spesialis jiwa ke Jakarta untuk menjadi konsultan.

"Mungkin akan lulus dua tahun ke depan. Jadi, sebelum mereka lulus, kami akan mengupayakan menyewa tenaga. Untuk dokter penyakit dalam, anak, dan lainnya kami sudah meminjam sejak lima tahun ini," beber Dharma.

Di balik itu semua, lanjut mantan Sekda Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) ini, ada yang patut dibanggakan di RSJ Sali. Ini karena pada umumnya ketersediaan RS akan berjalan linier dengan keterjangkauan, cakupan serta mutu RS.

"Tapi di RSJ Sali walaupun ketersediaannya tidak memadai, ternyata keterjangkauannya baik. RSJ dapat dijangkau oleh masyarakat karena bantuan dana pendamping dari gubernur Kalsel," tandasnya.

Dikatakannya, cakupan RSJ Sali juga baik. Hal ini terlihat dari rata-rata penggunaan tempat tidur yang mencapai 83 persen, yang artinya jauh melampaui target nasional. Berdasar hari kepulihan pasien di RSJ Sali yang hanya 23 hari, ini juga lebih cepat dari yang ditargetkan.

"Mutunya pun baik, nyatanya diakreditasi paripurna. Artinya, walaupun tenaganya kurang, tapi RSJ Sali dapat menjangkau masyarakat. Dapat melayani masyarakat di atas target yang harus dilayani dengan pelayanan yang bermutu sangat baik," tegas Dharma.

Halaman
12
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved