Berita Regional

Meninggal Sebelum Kibarkan Merah Putih, Ayah Ungkap Paskibra Tangsel ini Alami Perlakuan Berlebihan

Aurel sapaan karib pelajar SMA Islam Al-Azhar BSD Serpong itu, meninggal dunia saat menjalani diklat Paskibra Tangsel.

Meninggal Sebelum Kibarkan Merah Putih, Ayah Ungkap Paskibra Tangsel ini Alami Perlakuan Berlebihan
(TRIBUNJAKARTA.COM/JAISY RAHMAN TOHIR)
Aurellia Quratu Aini Paskibra Tangsel yang meninggal semasa menjalani diklat paskribra. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Duka masih menyelimuti keluarga Paskibra Tanggerang Selatan (Tangsel) Aurellia Qurratu Aini.

Aurel sapaan karib pelajar SMA Islam Al-Azhar BSD Serpong itu, meninggal dunia saat menjalani diklat Paskibra Tangsel.

Cerita perlakuan berlebihan sebelum Kepergian Aurel menyisakan kegeraman sang Ayah, Faried Abdurrahman.

Ditemui di rumahnya di bilangan Taman Royal 2, Cipondoh, Tangerang, Faried mengungkapkan bahwa anaknya disuruh memakan jeruk beserta kulitnya saat diklat.

Terlebih, Faried menduga, oknum pelatih yang menyuruh anaknya melakukan hal di luar kebiasaan itu hanya untuk mencari kesenangan atau have fun.

Baca: Rumah Menteri Susi Dilempari Batu, Ibunda Pelaku Mengaku AS Sangat Membenci Bu Susi

Baca: Bentakan Nagita Slavina ke Besan Amy Qanita Buat Rieta Amilia Lakukan Ini ke Raffi Ahmad, Soal Cowok

Baca: Plafon Anggaran Disdikbud Kalsel TA 2020 Diusulkan Rp 419 Miliar

"Kemudian untuk makan jeruk dengan kulit kulitnya, saya rasa juga hal yang tidak perlu. Karena ini juga sebagai psikologis, jangan sampai hal yang tidak wajar yang dilakukan, yang entah seniornya atau entah siapapun oknum di situ yang melakukan, hanya untuk sekedar have fun ya, tapi ternyata itu yang menjadikan perang psikologis, dropping psikologis bagi anak anak, itu yang sangat luar biasa memberatkan," ujar Faried, Jumat (2/8/2019).

Faried juga mempermasalahkan anaknya yang disuruh push up dengan tangan mengepal di atas aspal.

"Almarhumah sendiri cerita dan ada bekasnya hitam hitam. Perempuan disuruh push up kepal di aspal," jelasnya.

Faried tak habis pikir, hal-hal di luar koridor itu bisa sampai hati diterapkan kepada diklat Paskibraka tingkat kota.

Sang ibu, Sri Wahyuniarti, mengatakan. Anaknya tidak hanya diminta memakan kulit jeruk dan push up dengan tangan mengepal.

Halaman
1234
Editor: Hari Widodo
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved