Berita Banjarmasin

Kisah Suka Duka Dirigen Sepakbola, Acah, Capo Wanita MFC Rela Suara Hilang Demi Tim Kesayangan

Untuk menghidupkan dan menggelorakan semangat para pemain, diperlukan kekompakan. Semua itu tak bakal terjalin tanpa kemahiran seorang dirigen.

Kisah Suka Duka Dirigen Sepakbola, Acah, Capo Wanita MFC Rela Suara Hilang Demi Tim Kesayangan
istimewa/Acah
Dirigen Wanita Suporter Martapura FC Acah (pakai Jilbab) 

BANJARMASINPOST.CO.ID - SUPORTER sepakbola bagaikan orang ke 12 dalam setiap pertandingan. Tanpa kehadiran para suporter, sepakbola pun akan terasa hambar dan pemain yang bertanding kurang bersemangat.

Demi mendukung tim kesayangan, suporter bisa berteriak, bergerak dan tak jarang menyajikan aksi koreografi, nyanyian dan yel-yel yang mampu membakar semangat para pemain.

Tidak gampang membuat ribuan massa bergerak dalam satu irama, satu gerak, dan satu suara.

Untuk menghidupkan dan menggelorakan semangat para pemain, diperlukan kekompakan. Semua itu tak bakal terjalin tanpa kemahiran seorang pemandu suporter atau dirigen.

Sebagaimana di setiap laga Martapura Football Club (MFC) di Stadion Demang Lehman,selalu hadir para dirigen atau capo. Menariknya mereka tidak hanya laki laki saja tapi juga ada perempuan.
Capo di Martapura FC ada banyak bisa bergantian mereka yang sering berada di garda terdepan adalah Muhammad Rifki sering dipanggil Iky J, Rifaibalias Oshe dan capo perempuan Acah.

Baca: Ketidakalamian Syahrini demi Karier Diungkap Sosok Ini, Titik Tubuh Istri Reino Barack Disorot

Iky J mengaku kalau jadi dirigen termasuk baru, sehingga dia tidak memiliki banyak pengalaman dalam memimpin rekan rekannya bersorak. “Kalau tidak salah sebelum masuk 8 besar 2017,” kata dia.

Rifai Dirigen Suporter Martapura FC baju merah kiri (duduk berpaling)
Rifai Dirigen Suporter Martapura FC baju merah kiri (duduk berpaling) (istimewa/rifai)

Iky menambahkan dia tertarik jadi dirigen karena kecintaan terhadap tim Martapura FC. Ketika itu dia dipercaya langsung jadi capo di depan.

Soal suka dukanya Iky mengaku sebagai capo hujan panas sudah biasa begitu juga dengan teriakan dan aksi kreatif harus ada. Selain itu juga tahan mental jika tim yang didukung kalah, tidak boleh patah semangat memberikan dukungan. Tapi yang menyenangkan kata Iky dia bisa bersilaturahmi dengan sesama suporter lainnya sehingga seperti saudara.

Tak kalah terkenal yaitu Rifai. Ditunjuk sebagai capo, dia tidak hanya memimpin suporter, juga menciptakan yel-yel dukungan dan nyanyian untuk tim kesayangannya.

Rifai Pertama kali jadi capo pada 2018 karena sebelumnya dia ditugaskan jadi maskot Martapura FC (macan gaib). “Saat jadi maskot saya kan sering juga naik ke panggung capo jadi setekah pensiun jadi maskot saya diminta juga jadi capo,” ujar Rifai.

Halaman
12
Penulis: Khairil Rahim
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved