Berita Tanahbumbu

Warga Simpang Empat Berharap Tidak Ada Korban Lagi, Kadis PUPR Tanahbumbu Janji Segera Membuat Pagar

Kolam retensi atau penampungan air berfungsi menanggulangi banjir di wilayah kawasan Simpang Empat, beberapa hari lalu menelan korban jiwa

Warga Simpang Empat Berharap Tidak Ada Korban Lagi, Kadis PUPR Tanahbumbu Janji Segera Membuat Pagar
Istimewa
Kolam retensi milik PUPR yang beberapa hari lalu menelan korban jiwa. Dinas PUPR berjanji akan memasang pagar sekeliling kolam mengantisipasi kejadian kembali terulang. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BATULICIN - Kolam retensi atau penampungan air berfungsi menanggulangi banjir di wilayah kawasan Simpang Empat, beberapa hari lalu menelan korban jiwa. Seorang bocah tewas tenggelam menjadi perhatian warga.

Selain menewaskan seorang bocah berusia empat tahun. Kolam dibangun Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Tanahbumbu pada 2017 silam, beberapa bulan lalu juga nyaris merenggut korban jiwa.

Pasalnya kolam retensi seluas sekitar 1,3 hektare dengan ke dalaman 5 meter itu dinilai terus akan menjadi ancaman keselamatan, karena di sekeliling kolam tidak dipasang pagar pengamanan.

Selain sekeliling kolam tidak ada pagar pengaman. Tempat penampungan air untuk penanganan banjir, dianggap rawan menelan korban jiwa karena ketinggian normal kolam 5 meter menampung 32.500 meter kubik air.

Hal itu dikemukakan salah seorang warga, Hidayat. Kolam retensi berada di sekitaran bandar udara Bersujud, rawan dan bakal mengulang kejadian apabila sekeliling kolam tidak dibangun pagar pengaman.

Baca: Jadwal Siaran Langsung Liga Inggris Pekan 1 Liverpool vs Norwich Malam Ini, Live Streaming Mola TV!

Baca: Oknum TNI Main Koboy, Tembak Warga Hingga Tewas, Akhirnya Pratu ISJ Juga Tewas karena Ini

Baca: Perempuan Ini Nekat Tabrak Motor Pelaku Hingga Terjatuh, Jambret Meresahkan di Sampit Ditangkap

Apalagi kata dia, kolam penampungan tersebut berada dekat permukiman warga. Sangat riskan untuk keselamatan anak-anak.

"Kalau dibangun pagar pengaman kan, paling memperlambat proses jika ada anak-anak mau masuk ke sana. Apalagi dibangun tinggi, kalau mau masuk harus manjat dulu," jelas Hidayat kepada banjarmasinpost.co.id, Kamis (8/8/2019) kemarin.

Terlepas dari hal itu, dengan kondisi sekeliling kolam penampungan yang tidak dipasang pagar. Dianggapnya rawan terhadap tindakan-tindakan lain, seperti kriminal.

"Mana kita tahu misal kalau ada kejadian kriminal barang bukti dibuang ke sana, misalnya ya mana tahu. Dengan adanya pagar paling tidak bisa memperlambat," katanya mewanti.

Berharap agar kejadian-kejadian tidak ingikan kembali terulang, meminta ada perhatian pemerintah daerah. Membuat pagar pengaman, meski dimungkinkan akan menelan anggaran tidak sedikit. Namun demi untuk keselamatan, terutama anak-anak.

Halaman
12
Penulis: Herliansyah
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved