Berita Kabupaten Banjar

Warga Tambakbaru Ulu Senang Bisa Bikin Nugget Berkat Mahasiswa ULM, Begini Harapannya

Warga Desa Tambakbaru Ulu, Kecamatan Martapura, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan (Kalsel), terutama kalangan ibu-ibu rumah tangga punya semangat

Warga Tambakbaru Ulu Senang Bisa Bikin Nugget Berkat Mahasiswa ULM, Begini Harapannya
M TRIAS BS UNTUK BPOST GROUP
Kalangan ibu rumah tangga warga Desa Tambakbaru Ulu antusias belajar membikin nugget berbahan kulit pisang di musala setempat, Jumat (9/8) sore. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Warga Desa Tambakbaru Ulu, Kecamatan Martapura, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan (Kalsel), terutama kalangan ibu-ibu rumah tangga punya semangat baru.

Ini menyusul skill baru yang mereka kuasai yakni membikin nugget.

Beberapa orang dari mereka pun kini berencana ingin membuka usaha pembuatan dan penjualan nugget.

"Alhamdulillah sekarang saya sudah bisa membuat nugget berkat diajari ading-ading (adik) mahasiswa," ucap Nina, warga Tambakbaru Ulu, Minggu (11/08/2019).

Selama sekitar dua jam, Jumat (09/08/2019) sore bertempat di langgar setempat, Nina dan beberapa ibu-ibu rumah tangga lainnya belajar membikin nugget berbahan kulit pisang. Sore itu mereka antusias dibimbing oleh Ditha Ayunda Amelia.

Baca: Idul Adha 2019 Syahrini dan Reino Barack yang Tak Biasa, Cara Berjalan Incess Jadi Sorotan, Hamil?

Baca: Tips Jitu & Cara Hilangkan Bau Daging Kurban, Cek Resep Masakan Berbahan Daging di Idul Adha 2019

Baca: Ritual Ayu Ting Ting Saat Idul Adha 2019 Diungkap Umi Kalsum, Tubuh Teman Ivan Gunawan Disorot

Baca: Curhat Hotman Paris Soal Masuk UGD dan Reaksinya Setelah Ulah Farhat Abbas, Pengacara Rey & Pablo

Mahasiswa Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), Universitas Lambung Mangkurat (ULM) itu telaten mengajari warga setempat menyulap kulit pisang menjadi barang bernilai ekonomis yakni nugget.

"Pembuatan nugget kulit pisang yang diajarkan ading-ading mahasiswa sangat bermanfaat. Kami baru tahu kalau kulit pisang bisa dimanfaatkan," ucal Nina.

Ibu muda berusia 28 tahun ini mengatakan selama ini uang ia ketahui kulit pisang adalah barang tak berharga dan hanya dibuang sebagai sampah.

Padahal di kampungnya cukup banyak kulit pisang.

Ia berharap kegiatan pembelajaran keterampilan ekonomi produktif seperti itu bisa berlanjut.

Halaman
12
Penulis: Idda Royani
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved