Berita Kotabaru

Budidaya Kepiting Ternyata Lebih Diminati Petambak di Kotabaru, Ini Alasannya

Saat ini ada sekitar 9000an hektar tambak yang tersebar di Kotabaru. Namun, budidaya kepiting paling diminati

Budidaya Kepiting Ternyata Lebih Diminati Petambak di Kotabaru, Ini Alasannya
banjarmasinpost.co.id/man hidayat
Kabid Pengembangan SDM dan Daya Saing Dinas Perikanan Kotabaru, Mada Santoso 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KOTABARU - Budidaya tambak ikan, udang dan kepiting di Kabupaten Kotabaru Provinsi Kalimantan Selatan cukup banyak dan tersebar di sejumlah kecamatan.

Saat ini ada sekitar 9000an hektar tambak yang tersebar di Kotabaru.  Namun, budidaya kepiting dianggap lebih menguntungkan di Kotabaru.

Alasannya, peminat kepiting setelah dipanen begitu luas bisa sampai ke Jakarta dan Batam. Begitu juga dengan perawatannya yang tidak sulit.

Menurut Kepala Bidang Pengembangan SDM dan Daya Saing pada Dinas Perikanan Kotabarau, Mada Santoso, Jumat (16/8/19), budidaya yang dikembangkan petani saat ini memang tiga jenis saja yakni udang, kepiting dan ikan.

Baca: LIVE SCTV! Link Live Streaming Athletic Bilbao vs Barcelona Liga Spanyol, Cek Bein Sports 1

Baca: Foto Siraman 7 Bulan Kehamilan Syahrini Beredar, Benarkah Istri Reino Barack Itu Berbadan Dua?

Baca: Jadi Tuan Rumah Porprov 2021, HSS Siapkan Dua venue Bertaraf Internasional

"Wilayah penambak ini yang paling banyak ada di wilayah Kecamatan Pulau Laut Timur, Pamukan Selatan, Pulau Laut Timur, Kelumpang Selatan, " katanya.

Dia juga mengatakan, saat ini yang menjadi binaannya rata-rata sukses. Terutama dibidang kepiting yang perawatannya lebih mudah. Hanya saja adanya larangan tidak boleh menjual dibawah ukuran 200 gram dan kepiting bertelur membuat mereka berhati-hati.

Sementara itu, petani tambak yang tidak punya modal bisa dibantu Dinas Perikanan untuk mendapatkan modal melalui KUR.

Baca: Kabar Terbaru Gugatan Rp 9,4 Miliar pada Ashanty Diungkap Anang, Ibu Aurel Hermansyah Bakal Begini?

Baca: Diundang China Women Unversity Ikuti Program Ini, UMB Kirim Dua Dosen Ini ke China

Dinas cukup mengeluarkan surat rekomendasi yang dianggap layak, masyarakat sudah bisa meminjam ke Bank untuk modal tambak.

" Hingga saat ini, dana yang disalurkan, dari 2017 sampai 2019 totalnya sudah mencapai Rp 8 miliar, " katanya. (banjarmasinpost.co.id/man hidayat)

Penulis: Man Hidayat
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved