Berita Kabupaten Banjar

Tunanetra Kabupaten Banjar Terpilih Jadi Wakili Kalsel ke Pertukaran Pelajar ke Padang, Kok Bisa?

Keceriaan kembali tersirat di wajah Ikhsanul Sodikin (17), tunanetra pelajar kelas XII SLB-A Negeri 3 Martapua, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan

Tunanetra Kabupaten Banjar Terpilih Jadi Wakili Kalsel ke Pertukaran Pelajar ke Padang, Kok Bisa?
Aan Setiawan untuk Banjarmasinpost.co.id
Peserta SMN Kalsel ceria mengikuti penyambutan peserta SMN dari Sumbar di Mahligai Pancasila, Banjarmasin, Jumat (16/08/2019) pagi. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Keceriaan kembali tersirat di wajah Ikhsanul Sodikin (17), tunanetra pelajar kelas XII SLB-A Negeri 3 Martapua, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan (Kalsel), Jumat (16/08/2019) pagi.

Didampingi guru pembimbingnya, Aan Setiawan, pagi-pagi ia telah berada di Mahligai Pancasila, Banjarmasin. Ikhsanul turut hadir pada acara penyambutan peserta SMN (Siswa Mengenal Nusantara) dari Sumatera Barat (Sumbar).

"Selanjutnya giliran kami yang akan ke Padang, Sumbar. Insha Allah siang pukul 14.00 Wita berangkat," ucap Aan.

Lajang yang aktif berkegiatan seni sastra ini menuturkan kontingen SMN Kalsel tahun ini sebanyak 23 orang. Seluruhnya adalah pelajar sekolah menengah atas sederajat.

Baca: Rp 1.000 Sudah Bisa Makan Sepuasnya, Hanya Ada Pasar Kaget di Mercure Banjarmasin

Baca: Ini Ancaman Kasat Lantas Cantik untuk Pelajar SD & SMP Kotabaru, Kepergok Naik Motor Langsung Tilang

Baca: Curhat Ayu Ting Ting Disindir Ulang Tahun Putra Raffi Ahmad-Nagita Saat Foto Bersama Ruben Onsu

Tiga orang di antaranya adalah pelajar disabilitas. Mereka yakni Ikhsanul, Syafrudin Perdana Putra (siswa difabel dengan hambatan rungu wicara dari SLB Negeri 2 Martapura), dan Dwi Anggraeni Saputri dari SLB Kabupaten Tanahlaut.

Ketiga pelajar difabel tersebut bergabung dengan 20 siswa SMA/ SMK di Kalimantan Selatan. Sebelumnya selama dua hari mereka telah mengikuti pembekalan SMN Kalsel, bersama PT Jasa Raharja, Danareksa, dan PT Sier.

Kegiatan pembekalan dibuka langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan M Yusuf Effendi.

Di sela kegiatan pembukaan, Gabriell peserta SMN Kalsel dari Pulosari Kotabaru dan Nanda dari Hulu Sungai Utara memanfaatkan jeda waktu untuk belajar bahasa isyarat pada Syafrudin. Gabriell mencoba menghafal gerak atau isyarat jemari huruf-huruf.

"Selanjutnya dalam kegiatan latihan kesenian Japin Carita yang dibimbing Rifqy Fahrory. Kawan-kawan difabel pun berpartisipasi aktif. Syafrudin sebagai balian yang membangkitkan orang mati. Dwi Anggreani sebagai None Belanda dan Ikhsanul penabuh babun," beber Aan.

Ia berharap sepuluh hari ke depan selama menjalani kegiatan SMN di Sumbar hingga 24 Agustus, mereka senantiasa menjaga kebersamaan. "Membaca tanda-tanda baca, yang terlihat namun tak terdengar oleh mata," pungkas Aan.

Banyak kegiatan yang akan mereka jalani selama berada di Sumbar. Di antaranya mengunjungi Rumah Baca Tanah Ombak, pengenalan BUMN Semen Padang dan PPA.

Lalu, mengunjungi Stasiun Bandara Internasional Minangkabau, pengenalan KAI dan naik kereta bandara. Audiensi dengan Gubernur Sumbar, jalan sehat dan kampanye kebersihan lingkungan.
Kunjunga ke Rumah Kreatif BUMN, berwisata ke Jam Gadang, dan perjalanan ke Istana Pagaruyung.

Ikhsanul mengaku sangat senang bisa terpilih pada kegiatan SMN 2019. "Tentu akan menjadi sebuah pengalaman berharga dalam hidup saya. Nanti saya akan bikin diari khusus," ucapnya.

(banjarmasinpost.co.id/roy)

Penulis: Idda Royani
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved