Ekonomi dan Bisnis

Ekspedisi di Kalsel Batasi Pengiriman Bajakah, Ratusan Kg Bajakah Harus Return

Surat edaran Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) yang berisi larangan pengiriman kayu Bajakah ke luar Kalteng, berimbas pada pengiriman

Ekspedisi di Kalsel Batasi Pengiriman Bajakah, Ratusan Kg Bajakah Harus Return
Istimewa
Ilustrasi armada JNE Express 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Surat edaran Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) yang berisi larangan pengiriman kayu Bajakah ke luar Kalteng, berimbas pada pengiriman yang juga dibatasi.

Ketua Asosiasi Perusahaan Jasa Pengiriman Ekspres, Pos dan Logistik Indonesia (Asperindo) Kalimantan Selatan (Kalsel) Depi Hariyanto mengatakan, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Kalsel telah membuat regulasi terkait Bajakah tersebut.

"BKSDA Kalsel merilis peraturan tentang Bajakah, yang mana pengiriman maksimal dua kg untuk satu pengiriman selama setahun. Artinya dalam satu tahun hanya boleh satu kali pengiriman," papar Depi kepada Banjarmasinpost.co.id, Sabtu (24/8/2019).

Baca: Kejutan Ulang Tahun Maia Estianty pada Ibu Tiri Dul Jaelani, Untuk Mulan Jameela?

Baca: Bukan Membela Kak Seto Peringatkan Nikita Mirzani dan Sajad Ukra Perihal Perebutan Azka Mawardi

Baca: Guru Cantik Ini Sewa Pembunuh Bayaran untuk Bunuh Diri, Tak Disangka Si Pembunuh Justru Jatuh Cinta

Baca: CANTIK & BERHIJAB, Begini Penampakan Calon Pengantin yang Tewas Gantung Diri 2 Jelang Pernikahannya

Ditambahkannya, si pengirim wajib menyertakan fotokopi kartu identitas berupa KTP sesuai surat edaran yang dikeluarkan BKSDA.

Dari pihak ekspedisi sendiri hanya mengikuti regulasi dari pihak pemerintah.

Sehingga pembatasan pengiriman Bajakah pun diberlakukan untuk semua ekspedisi di Kalsel.

"Cukup banyak yang kami return, sampai dengan ratusan kg, rata-rata customer mengeluh karena kebanyakan buat obat untuk saudara dan kerabat di kota tujuan dan rata-rata berat kiriman 1-2 kg, jika digabungan semua pengirim ya jadi ratusan kg," tandasnya.

Selaku Pimpinan JNE Cabang Banjarmasin Depi mengakui, pengiriman Bajakah pernah dilakukan sebelum viral diikutkan dalam perlombaan obat-obatan herbal di luar negeri.

"Pada saat kebijakan pelarangan belum keluar masih bisa melakukan pengiriman, bahkan sebelum Bajakah ini viral customer sudah lama banyak yang mengirim," kata dia.

Kendati demikian, costumer atau si pengirim mengirimkan produk tersebut berbentuk herbal dalam bentuk serutan atau potongan kecil, sudah dikemas rapi dalam plastik sehingga tidak berbentuk batangan lagi.

Terkait program aplikasi dari JNE yakni Pesona Oleh-oleh (Pesona) Nusantara yang isinya memasarkan produk UMKM khas daerah tertentu, menurut Depi Bajakah belum bisa masuk dalam aplikasi tersebut.

"Karena saat ini tumbuhan yang dilarang keluar Kalteng peredarannya, sesuai dengan surat dari BKSDA Kalsel, maka jenis bajakah ini belum bisa masuk Pesona Nusantara," pungkasnya.

(Banjarmasinpost.co.id/Mariana)

Penulis: Mariana
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved