Berita Banjarmasin

Fingerprint Dinilai Masih Bisa Diakali, Begini Saran Warga Banjar

Pemberlakuan absensi melalui pemindaian sidik jari (fingerprint) di lingkup Pemerintah Kabupaten Banjar direspons positif kalangan warga Bumi Barakat.

Penulis: BL Roynalendra N | Editor: Eka Dinayanti
istimewa
Januar Sahib (kiri) Camat Aranio Taufiqurrahman (kanan) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Pemberlakuan absensi melalui pemindaian sidik jari (fingerprint) di lingkup Pemerintah Kabupaten Banjar direspons positif kalangan warga Bumi Barakat.

Termasuk dari kalangan pemuda.

Namun mereka mengharapkan ada pengawasan melekat yang menyertai pemberlakuan absensi fingerprint tersebut.

Pasalnya masih ada celah yang memungkinkan bagi pegawai 'bandel' tetap tak disiplin terhadap penunaian waktu (jam) kerja.

"Fingerprint itu bagus, tapi masih bisa diakali sehingga tujuan pokok untuk meningkatkan kinerja pegawai tak tercapai," ucap Januar Sahib, pemuda Banjar, Sabtu (31/08/2019).

Pengurus Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Banjar ini mengatakan kadang masih ada beberapa pegawai ngantor cuma sekadar untuk absen.

Baca: Amalan Dianjurkan Rasulullah SAW di Bulan Muharram Jelang Tahun Baru Islam 2019, 1 Muharram 1441 H

Baca: Ketakutan Syahrini Diungkap pada Reino Barack Saat Naik Jet Pribadi, Beberkan Isu Kehamilan?

Baca: Rahasia Ruben Onsu dan Sarwendah Tak Ungkap 2 Kejadian Sadis yang Dialami Orangtua Betran Peto

Pagi ke kantor untuk absen, setelah itu pergi dan kembali ke kantor sore saat jam pulang.

Karena itu ia menyarankan pemasangan fingerprint dilengkapi layar monitor.

Fungsinya untuk menampilkan nama-nama pegawai yang telah melakukan absen sidik jari.

"Nah, jadi kan sesama rekan sejawat bisa saling mengawasi. Jika namanya tertera sudah absen tapi orangnya tak ada di kantor, kan ketahuan. Tinggal dilaporin kepada atasan," sebut Januar.

Sebagai bagian dari warga Banjar, dirinya sangat setuju upaya Sekda Banjar untuk memberlakukan absensi sidik jari pada semua SKPD.

"Memang sudah seharusnya fingerprint dilakukan pada era digital 4.0 ini. Selain mempermudah absensi pegawai, fingerprint juga bisa membantu meminimalisasi absensi fiktif," tandasnya.

Senada diutarakan Diniati, warga Martapura.

"Mendukung donk pastinya terhadap absensi sidik jari itu. Kan, bagus banget karena gak bisa nitip absen gitu. Memang sih itu perlu adanya pengawasan juga supaya gak cuma datang sekadar buat absen doank," tandasnya.

Sebelumnya Sekda Banjar HM Hilman mengatakan paling lambat akhir Oktober mendatang seluruh SKPD di lingkup Pemkab Banjar sudah harus memberlakukan absensi sidik jari. Termasuk di kantor kecamatan.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved