Berita Banjarmasin
Fingerprint Dinilai Masih Bisa Diakali, Begini Saran Warga Banjar
Pemberlakuan absensi melalui pemindaian sidik jari (fingerprint) di lingkup Pemerintah Kabupaten Banjar direspons positif kalangan warga Bumi Barakat.
Penulis: BL Roynalendra N | Editor: Eka Dinayanti
Hilman mengatakan dari 20 kecamatan yang ada di Kabupaten Banjar, sebelas di antaranya belum memasang perangkat fingerprint. Di antaranya Kecamatan Aranio dan Paramasan.
Kalangan camat di Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan (Kalsel), pun mendukung penuh pewajiban absensi (kehadiran) sidik jari atau fringerprint.
Apalagi pemberlakuan fingerprint itu dibarengi pemberian Tunjangan Tambahan Pegawai (TPP) yang nilainya lumayan besar.
"Ya memang di kecamatan kami belum. Tapi, sudah dianggarkan untuk pembeliannya," ucap Camat Aranio Taufiqurrahman.
Ia optimistis pemasangan fingerprint sesuai waktu yang ditetapkan.
"Insya Allah bulan depan sudah dilaksanakan pemakaian fingerprint di kantor kecamatan kami," tandasnya.
Pejabat eselon IIIA ini mengatakan keberadaan fingerprint cukup penting.
"Banyak manfaatnya, terutama staf/karyawan lebih tertib masuk maupun pulang kerjanya," sebutnya.
Senada diutarakan Camat Paramasan Syafruddin.
"Sesuai yang dikatakan Pak Sekda, Oktober nanti kami sudah menggunakan fingerprint," ucapnya.
Meski begitu, ada kerisauan tersendiri yang menyelubunginya.
"Tapi di kantor kami tidak ada sinyalnya," tandas Syafruddin.
(banjarmasinpost.co.id/roy)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/camat-aranio-taufiqurrahman.jpg)