Berita Banjarbaru
Kalselpedia : Alat Pemadam Busa Digunakan Pemadaman Api Karhutla di Kalsel
Fighter Pump Blower, adalah alat pemadam api gendong yang menggunakan jenis busa. Alat ini, populer digunakan di awal 2019
Mereka memiliki kemampuan untuk menyebar di permukaan cairan berbasis hidrokarbon. Alcohol-resistant aqueous film forming foams (AR-AFFF) adalah busa yang tahan terhadap reaksi dari alkohol, dapat membentuk lapisan pelindung ketika disemprotkan.
Protein Foam
Protein Foam mengandung protein alami sebagai agen busa. Tidak seperti busa sintetis lainnya, busa protein bersifat bio-degradable. Menyebar lebih lambat, tetapi menyediakan selimut busa yang lebih tahan panas dan lebih tahan lama.
Protein foams meliputi regular protein foam (P), fluoroprotein foam (FP), film forming fluoroprotein (FFFP), alcohol resistant fluoroprotein foam (AR-FP), dan alcohol-resistant film forming fluoroprotein (AR-FFFP).
Protein Foam dari sumber-sumber non-hewan lebih disukai karena ancaman kemungkinan kontaminan biologis seperti prion (satu jenis penularan penyakit akibat protein hewani).
Penerapan terhadap busa
Setiap jenis busa memiliki penerapannya masing-masing. Busa ekspansi tinggi digunakan ketika di ruangan tertutup, seperti basement atau hanggar, harus cepat diisi. Busa ekspansi rendah digunakan pada tumpahan yang terbakar.
Penerapan AFFF yang terbaik ialah untuk tumpahan bahan bakar pesawat, FFFP lebih baik untuk kasus-kasus di mana pembakaran bahan bakar yang tergenang, AR-AFFF lebih cocok untuk alkohol yang terbakar.
Sejarah bahan pemadam foam.
Air telah lama menjadi agen universal untuk memadamkan kebakaran, namun air bukan yang terbaik di semua kasus.
Sebagai contoh, air sangat tidak efektif untuk memadamkan kebakaran oleh bahan bakar minyak, dan bahkan dapat membahayakan. Bahan pemadam busa merupakan suatu perkembangan positif dalam memadamkan kebakaran oleh minyak.
Pada tahun 1902 sebuah metode pemadam kebakaran dari bahan bakar cair dengan cara menyelimuti mereka dengan busa pertama kali diperkenalkan oleh insinyur dan ahli kimia Rusia Aleksandr Loran.
Loran adalah seorang guru sebuah sekolah di kota Baku, yang merupakan titik pusat utama industri minyak Rusia pada saat itu.
Terinspirasi oleh pengalaman kebakaran minyak yang mengerikan dan tidak dapat terpadamkan, Loran mencoba menemukan suatu zat cair yang dapat menangani secara efektif kebakaran tersebut. Sehingga ia menemukan busa pemadam kebakaran, yang telah berhasil diuji dalam beberapa percobaan antara tahun 1902-1903.
Pada tahun 1904 penemuannya dipatenkan, dan mengembangkannya pertama kali di tahun yang sama.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/satgas-karhutla-mencoba-alat-pemadam-busa.jpg)